• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Banjir Jakarta Akibat Global Warming?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
bgd1i.jpg

Banjir hebat yang menggenangi Jakarta pada Kamis 17 Januari 2013 memunculkan pertanyaan, apakah terkait dengan global warming atau pemanasan global, atau memang tata ruang ibukota yang salah kaprah. Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Paulus Agus Winarso, menyatakan, "Itu terlalu jauh".

Agus menyatakan, kejadian banjir besar di Jakarta ini kombinasi dari sejumlah faktor. "Memang dalam kerangka besarnya ini bagian dari global warming, tapi masih terlalu jauh," kata Agus saat diwawancara VIVAnews, Kamis malam.

Agus menyatakan, banjir terjadi akibat faktor cuaca yang berkombinasi dengan peran manusia menghilangkan banyak daerah tangkapan hujan. Periode Januari sampai Februari 2013 ini, kata Agus, merupakan fase pertemuan angin antartropis. "Hasilnya awan dan hujan," kata Agus.

Pembentukan awan pun, kata Agus, semakin tinggi karena banyak daerah hijau yang tata gunanya berubah jadi pemukiman atau pertanian. Daerah terbuka seperti itu, kata Agus, memiliki panas yang lebih tinggi sehingga menghasilkan penguapan yang lebih banyak.

Kemudian karena awan terbentuk lebih banyak, hujan pun jadi lebih tinggi. Karena lahan hijau berkurang di hulu, air meluncur lebih cepat ke bawah. "Pemukiman itu kan beton semua, jadinya air tak terserap, meluncur lebih cepat," kata Agus. Dan hasilnya, banjir di Jakarta.

Artinya, kata Agus, problem banjir di Jakarta ini utamanya disebabkan perilaku manusia sendiri, bukan pada cuacanya. Dan penanggulangan banjir ini, dengan begitu, kata Agus, bukan pada pengendalian cuaca tapi pada pengawasan tata guna lahan.

Dan Agus melihat, tren banjir ini pun makin cepat dari yang diperkirakan. Seharusnya, banjir-banjir sebesar ini terjadi sekitar Februari. "Kelihatannya lebih awal kali ini," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.