• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Banjir Ancam Inflasi Tinggi di Januari

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Idqi7.jpg
Pemerintah khawatir banjir yang melanda beberapa kota di Indonesia saat ini menimbulkan tekanan pada inflasi Januari. Pasalnya, distribusi bahan pangan, bisa menjadi salah satu komoditas yang bergejolak sehingga memicu inflasi.

Di kantornya, Senin 13 Januari 2014, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyampaikan kekhawatiran pemerintah tersebut. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya otoritas terkait.

"Iya makanya kita harus jaga distribusi dan jaga transportasi," ujar Hatta.

Dia mengatakan, saat ini gejala adanya hambatan suplai bahan makanan tersebut sudah terlihat di beberapa tempat.

"Sudah terlihat ya, pedagang mengalami katakanlah hambatan suplai. Itu tidak boleh dibiarkan. Itu akan mengganggu pasokan dan akibatnya inflasi," katanya.

Hatta mengaku telah menginstruksikan tim pengendali harga di bawah koordinasinya untuk mengatasi lonjakan harga bahan pangan tersebut. Sehingga kekhawatiran tersebut tidak terjadi.

"Tiap Rabu saya dapatkan laporannya, yang merah yang mana, saya sudah minta tim mengantisipasi itu dengan baik, terutama beras," kata Hatta.

Di tempat yang berbeda, Menteri Keuangan, M Chatib Basri berpendapat lain. Terlalu dini untuk memproyeksikan tekanan inflasi di minggu-minggu awal Januari.

Malah, dia berpendapat, pada tahun ini inflasinya dapat terkendali. "Mudah-mudahan harusnya agak baik nomornya, lebih managable," ucapnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.