Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sekarang kita akan membahas yg ringan-ringan saja, yaitu tentang disparitas bangsa & suku.
Mungkin pembahasan ini akan berbeda dengan definisi suku & bangsa pada umumnya, karena dapat dibilang Indonesia adalah negara multikultural.
Dan juga diketahui sebagai multi entnis namun secara ironi, justru gagal dalam memberi penjelasan yg jelas tentang definisi kepada suku & bangsa.
Di Indonesia sering menyebutkan suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Dayak & sebagainya. Yang itu sebenarnya menyalahi konsensus! Loh, kenapa?
Karena, yg dimaksud bangsa itu adalah sekelompok masyarakat yg memiliki budaya berbeda dengan bangsa lain, mempunyai ciri khas tersendiri.
Pertanyaannya budaya yg berbeda itu apa?
Diantaranya adalah, bahasa yg berbeda, sistem ilmu pengetahuan yg berbeda, adat yg juga jelas perbedaannya.
Jadi sebenarnya kalau kita memakai definisi ini, jelas secara pemahaman Jawa, Sunda, Batak, Ambon atau Dayak itu bukan suku tetapi bangsa.
Karena dia sudah memiliki bahasa, & tata aturan yg seauai dengan definisi sebuah bangsa.
Lalu apa yg dimaksud dengan suku di Indonesia?
Suku itu kalau kita melihat dari adat & budaya serta tradisi di Indonesia, maka suku dapat kota anggap seperti Chaniago, Piliang, Tanjung, Sikumbang & lainnya dalam suku di Sumatera Barat.
Atau, Hutabarat, Sembiring, Lingga, Simalungun, Hutapea & lainnya dalam suku Sumatra Utara. Kalau di Bangsa Dayak ada suku Ahad, Bandrang, Djungan, Hamarung & banyak yg lainnya.
Kenapa seperti itu? Karena yg dimaksud suku adalah unit kecil dalam suatu bangsa yg mereka menganggap masih satu keturunan yg sama, dari satu leluhur yg sama.
Nah, kenapa bangsa Indonesia sekarang agak kebingungan dalam mendefinisikan hal semacam ini?
Karena founding father kita yg menciptakan definisi suku & bangsa yg berbeda, maka terjadilah satu kesatuan dengan nama bangsa Indonesia. Sedangkan suku adalah nama wilayah mereka, seperti suku Jawa, suku Dayak, suku Batak. Lantas Simbolon, Hutapea itu adalah nama marga.
Sedangkan karena 60% suku di pulau Jawa tidak mengenal marga dikalangan luas. Mereka cuma mengenal marga sebagai bukti diri kerajaan, seperti Suryonegoro, Hadinegoro, Kusumodiharjo, & lainnya.
Ini semua cuma untuk membedakan golongan ningrat & rakyat biasa pada umumnya. Melihat ada beberapa bangsa yg tak mempunyai suku.
Maka, terciptalah definisi bangsa itu dikaitkan nama negara kita saat ini yaitu Bangsa Indonesia.
Hmm, sepertinya lebih enak seperti ini sih biar ga ribet juga kan!
-------------------------------------------------
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik
Pic : google