Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bang Midun sedang disidang sama Engkong Haji karena kesalahannya yg ia lakukan hari ini. Saat itu Bang Mada sahabat setianya juga tak dapat banyak membantu, karena saat mengerjakan hal tersebut sebenarnya ia sudah berusaha mencegah, namun Bang Midun tetap saja tak mendengarkan.
Apa yg diperbuat Bang Midun? Yaitu menyampaikan kembali isi pengajian Engkong Haji yg baru saja ia dengar kemarin di medsos. Menurutnya ilmu tersebut jarang diketahui orang lain, & banyak orang yg salah gara-gara belum pernah dengar pembahasan anyar tersebut.
Namun masalahnya, Bang Midun menambahkan kata-kata provokasi di medsos, mengarang kalimat yg menyudutkan orang lain seolah-olah dia yg paling benar sendiri. Padahal ia saja baru dengar ilmu itu perdana kalinya.
Bang Midun menulis dalam medsosnya, bahwa seorang muslim tidak boleh mengucapkan Ramadhan saja tanpa menyebut bulan di depannya. Karena frase "Bulan Ramadhan" adalah satu kesatuan utuh yg tidak dapat dipisahkan.
Dalilnya dalam surat Al-Baqarah ayat 185 sebagai satu-satunya ayat yg disebut mengatakan Ramadhan dalam Al-Qur'an, ternyata di situ Allah mendahului dengan mengatakan syahru yg berarti bulan.
Jadi, orang yg cuma berkata Ramadhan saja tanpa didahului bulan, dia sudah mengada-adakan perkara baru yg tidak ada contohnya dalam Al-Qur'an! Begitu tulis Bang Midun.
Bahkan Bang Midun menyebutkan nama-nama akbar para ulama yg memakruhkan pengucapan Ramadhan saja tanpa mengatakan bulan, seperti Al-Imam Al-Baihaqi & Al-Imam Al-Qurtubi. Semua ditulis dengan gaya bahasa yg sangat meyakinkan seolah Bang Midun adalah penuntut ilmu yg sudah puluhan tahun mendalami agama.
"Ente ini baru tahu ilmu tersebut, kok dapat-dapatnya menyalahkan orang lain? Merasa ente paling pintar sendiri?" Engkong Haji bersuara cukup tegas kali ini. Bukan apa-apa, pengajian kemarin itu belum membahas hingga tuntas. Inilah celakanya Bang Midun.
Ilmu tersebut ternyata cuma beberapa kecil dari apa yg sejatinya harap diutarakan Engkong Haji. Rupanya yg didengar Bang Midun belum sempurna, masih sekedar pendahuluannya saja.
Sore ini Engkong Haji melengkapinya lagi. Bahwa dalam masalah menyebut Ramadhan saja tanpa mengatakan bulan, terdapat disparitas pendapat ulama yg harus kita hormati. Misalnya Al-Imam Nawawi justru membolehkan penyebutan demikian.
Dalilnya adalah hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda ketika Ramadhan datang pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, & syaitan dibelenggu. Nah, pada hadist itu Rasulullah mengucap Ramadhan saja, tanpa mengatakan bulan.
Bang Midun menyesali perbuatannya. Pada bulan yg mulia seperti ini mengapa ia justru menyinggung saudaranya sesama muslim cuma karena disparitas pendapat. Niatnya harap menunjukkan bahwa dia yg paling benar, justru jadi kelihatan bahwa dia yg paling dangkal.
Semoga peristiwa tersebut untuk pelajaran bagi kita juga supaya jangan jadi Midun-Midun baru. Mari mengakui kekurangan diri sendiri bahwa kita ini belum tahu apa-apa. Bukankah lebih indah kalau saling memuliakan satu sama lain.
Ultimate Class
https://t.me/ultimateclassmentoring Hari ini 17:09
Apa yg diperbuat Bang Midun? Yaitu menyampaikan kembali isi pengajian Engkong Haji yg baru saja ia dengar kemarin di medsos. Menurutnya ilmu tersebut jarang diketahui orang lain, & banyak orang yg salah gara-gara belum pernah dengar pembahasan anyar tersebut.
Namun masalahnya, Bang Midun menambahkan kata-kata provokasi di medsos, mengarang kalimat yg menyudutkan orang lain seolah-olah dia yg paling benar sendiri. Padahal ia saja baru dengar ilmu itu perdana kalinya.
Bang Midun menulis dalam medsosnya, bahwa seorang muslim tidak boleh mengucapkan Ramadhan saja tanpa menyebut bulan di depannya. Karena frase "Bulan Ramadhan" adalah satu kesatuan utuh yg tidak dapat dipisahkan.
Dalilnya dalam surat Al-Baqarah ayat 185 sebagai satu-satunya ayat yg disebut mengatakan Ramadhan dalam Al-Qur'an, ternyata di situ Allah mendahului dengan mengatakan syahru yg berarti bulan.
Jadi, orang yg cuma berkata Ramadhan saja tanpa didahului bulan, dia sudah mengada-adakan perkara baru yg tidak ada contohnya dalam Al-Qur'an! Begitu tulis Bang Midun.
Bahkan Bang Midun menyebutkan nama-nama akbar para ulama yg memakruhkan pengucapan Ramadhan saja tanpa mengatakan bulan, seperti Al-Imam Al-Baihaqi & Al-Imam Al-Qurtubi. Semua ditulis dengan gaya bahasa yg sangat meyakinkan seolah Bang Midun adalah penuntut ilmu yg sudah puluhan tahun mendalami agama.
"Ente ini baru tahu ilmu tersebut, kok dapat-dapatnya menyalahkan orang lain? Merasa ente paling pintar sendiri?" Engkong Haji bersuara cukup tegas kali ini. Bukan apa-apa, pengajian kemarin itu belum membahas hingga tuntas. Inilah celakanya Bang Midun.
Ilmu tersebut ternyata cuma beberapa kecil dari apa yg sejatinya harap diutarakan Engkong Haji. Rupanya yg didengar Bang Midun belum sempurna, masih sekedar pendahuluannya saja.
Sore ini Engkong Haji melengkapinya lagi. Bahwa dalam masalah menyebut Ramadhan saja tanpa mengatakan bulan, terdapat disparitas pendapat ulama yg harus kita hormati. Misalnya Al-Imam Nawawi justru membolehkan penyebutan demikian.
Dalilnya adalah hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda ketika Ramadhan datang pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, & syaitan dibelenggu. Nah, pada hadist itu Rasulullah mengucap Ramadhan saja, tanpa mengatakan bulan.
Bang Midun menyesali perbuatannya. Pada bulan yg mulia seperti ini mengapa ia justru menyinggung saudaranya sesama muslim cuma karena disparitas pendapat. Niatnya harap menunjukkan bahwa dia yg paling benar, justru jadi kelihatan bahwa dia yg paling dangkal.
Semoga peristiwa tersebut untuk pelajaran bagi kita juga supaya jangan jadi Midun-Midun baru. Mari mengakui kekurangan diri sendiri bahwa kita ini belum tahu apa-apa. Bukankah lebih indah kalau saling memuliakan satu sama lain.
Ultimate Class
https://t.me/ultimateclassmentoring Hari ini 17:09