• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ban Mobil Bebas Maintenance

akatsukigold

IndoForum Junior D
No. Urut
52840
Sejak
16 Sep 2008
Pesan
2.000
Nilai reaksi
47
Poin
48
Berita singkat datang dari pabrikan ban Michelin. Dalam waktu dekat ini kabarnya Michelin akan melempar ke pasar generasi ban terbaru yang mengusung teknologi bebas maintenance. Bagaimana tidak, ban ini anti bocor dan tidak lagi memerlukan pengisian angin berkala seperti yang biasa kita lakukan
Pada event Philadelphia International Auto Show yang berlangsung pada 31 Januari hingga 8 Februari 2008 lalu, Michelin sudah mendisplay ban dengan terobosan teknologi terbaru ini.
Ban ini pun sudah melampaui serangkain uji coba dari pabrik Michelin di South Carolina, USA
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah berapa harga yang akan dipasarkan Michelin untuk ban ini? Dan seberapa jauhkah toleransi yang bisa dilalui ban ini terhadap medan yang berat seperti jalan rusak?
Masyarakat perkotaan terutama Jakarta yang penuh ranjau paku dan jalan rusak sepertinya sangat membutuhkan ban ini.
 
saya blom denger malahan berita ini.
klo memang betul, bagus tuh di pake di mana aja.
akatsukigold, punya gambar ban nya itu ga? :D
 
Sabar bro yanla, lupa gambarnya ditaruh dimana, kapan-kapan gwa update gambarnya yach. Betul post ini gak bohong, tapi tuk diindo mungkin agak telat mungkin tahun depan masih belum ada. hahahahahaha
 
Baru dikomersilkan saja :d

Sory Bro Akatsuki

udah lama ini jadi topik pabrikan ban,

sayang cuma kabar test nya saja yg diterima, sedangkan kapan di launching untuk diproduksi massal baru akhir2 ini

sebenarnya sudah diujicoba pada traktor, SUV, Sedan, dan kendaraan lain mengenai kenyamanannya

saya pernah jadikan topik ban ini dalam bahasan observasi tugas saya saat kuliah tahun 2005.


ini ada referensi yang saya gunakan sewaktu kuliah pada semester 1, angkatan pertama 2005/2006 untuk mata kuliah chassis system

prinsipnya ban ini mengandalkan side wall jadi tidak menggunakan gas / angin lagi.

3995_29040562508.jpg


3995_29040562450.jpg


3995_29040562435.jpg



April 30, 2005 Michelin’s radical new Tweel announced in January this year looks set to be the next big thing in tyre technology but recent news from Amerityre on a very similar technology suggests there will be strong competition in the airless tyre market, as more than one manufacturer is close to market. Amerityre has successfully completed high-speed testing of its experimental non-pneumatic http://en.wikipedia.org/wiki/Pneumatics or “zero-pressure” polyurethane http://en.wikipedia.org/wiki/Polyurethane tyre in testing for FMVSS 129 compliance, the safety standard governing the testing of non-pneumatic car tyres. The advantages of the polyurethane tyre are many according to Amerityre including much cooler running temperatures (less wear), much lower rolling resistance (amounting to a reported 10% decrease in fuel consumption) and the ability to produce a complete tyre inside a few minutes significantly simplifying and reducing the cost of the manufacturing process.

The zero pressure spare tyre is under development by Amerityre in response to a growing concern among consumers and government agencies such as The National Highway Traffic Safety http://en.wikipedia.org/wiki/Road-traffic_safety Administration (NHTSA) for post-crash fires caused by fuel leakage in high-impact rear collisions. A high-pressure pneumatic spare tyre’s close proximity, in most cases, to the fuel tank can be an explosion hazard for vehicles involved in high-impact rear collisions. A zeropressure spare tyre reduces the risk of causing an explosion.

In addition to collision safety, Amerityre’s objective is to offer equal or better performance to that of comparable rubber high-pressure spare tyres. Although the tyre is being developed for “temporary” use, Amerityre believes that a zero-pressure spare tyre can be safely operated at 50 mph for over 2,000 miles. Consumers won’t need to worry about air pressure in polyurethane elastomer spare tyres, unlike traditional high-pressure spare tyres, which lose pressure through permeation over time. Loss in air pressure greatly affects the performance of a high-pressure spare tyre. The zero pressure spare tyre, on the other hand, will give drivers an always ready solution in the event of a failed pneumatic tyre.

During testing the polyurethane elastomer compound tyre showed great results. The test tyre ran at 50 miles per hour with increasing loads for beyond the required 34 hours.

Comparison testing with a traditional run-flat radial has also shown the Amerityre prototype to have nearly half the rolling resistance, which Amerityre claims translates to more than a 10% increase in fuel economy http://en.wikipedia.org/wiki/Fuel_efficiency for a car equipped with these tyres.

Amerityre uses a proprietary injection molding http://en.wikipedia.org/wiki/Injection_molding system to produce its passenger tyres which can produce a finished tyre including bead and belts in a few minutes.




linknya silahkan disini
 
@sesuai kata ibnu benar udah lama,cuman baru ditest dan disediakan launcing aja
 
Indonesia juga bisa mengembangkan FLAT TYRE

klo gitu apa ga jadi keras ya?

Nda keras......

tapi justru menghemat,

1. Hemat bahan bakar, karena rolling resistancenya lebih kecil (hambatan)
2. Ban ini ketika habis, tersisa velg / trimnya saja, bila masih memakai ban konvensional (radial) kemana larinya ban bekas??? menjadi polusi.

@sesuai kata ibnu benar udah lama,cuman baru ditest dan disediakan launcing aja

mungkin 2010 mulai dikomersil.......

soalnya masih perlu banyak tahapannya......

supaya memenuhi standar.

============================

sbnernya indonesia bisa mengembangkan ban type ini

karena harga karet saat ini sedang anjlok, pemerintah bisa membantu petani yang sedang kesulitan menjual karetnya

bisa mengelola SDM asli indonesia, dan membuka lapangan kerja yang sangat luas

kemudian bekerja sama dengan pabrikan seperti Krakatau Steel / toyota / honda / suzuki dan sebagainya

dalam hal pembuatan pelek / velg dan teknologi yang digunakan.

Sayangnya kreator muda dan bakat2 terpendam anak indonesia selalu terkungkung di negerinya sendiri (seperti saya /sob)
 
gila deh keras bgt dong tuh. irit2 sih irit. velg nya pun gmn? apalagi buat org yang seneng modifikasi.
 
itu ga ada velgnya ya? jelek dunk modelnya..
 
teknologi ini bukannya sudah digunakan di mobil BMW :-?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.