• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ban Awet, Berkendara Aman

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. yophi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

yophi

IndoForum Beginner E
No. Urut
45381
Sejak
5 Jun 2008
Pesan
512
Nilai reaksi
15
Poin
18
Ban ibarat kaki manusia. Jika lumpuh atau dalam keadaan tidak normal tentu tidak berjalan dengan baik. Begitu pula dengan ban, bila kondisinya tidak normal, sobek, atau tidak rata akan berpengaruh terhadap 'jalannya' kendaraan. Untuk itu perlu diperhatikan secara cermat mengenai ban tersebut.



Tak kalah penting, ban berperan vital dan menentukan dalam keselamatan berkendara. Bayangkan jika ban sudah gundul, tentunya sangat berbahaya bagi pengendara karena tidak adanya traksi antara ban dengan jalan. Apalagi dalam kondisi basah seperti hujan, sangat tidak dianjurkan menggunakan ban dalam kondisi rusak.



Usia ban sendiri tergantung dari pemeliharaan dan bagaimana kita memperlakukannya. Ban cenderung cepat aus bila kendaraannya sering melewati jalan bebas hambatan yang mensyaratkan kecepatan minimal 60 km/jam. Pengereman mendadak juga akan mengakibatkan ban cepat aus. Faktor lainnya yakni kondisi jalan yang rusak juga akan mempercepat usia ban itu sendiri.

Karena fungsinya sangat vital, perlu sekali kita mengetahui pemakaian dan perawatan yang lebih baik. Bila semua dilakukan dengan baik dan benar, tak hanya manfaat keselamatan saja yang diperoleh, namun juga faktor ekonomis hingga kenyamanan berkendara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :



1. Perhatikan tekanan angin ban. Sesuaikan dengan ketentuan dari pabrikan yang biasanya dapat dilihat di pintu pengemudi. Tekanan angin yang cukup dapat mencegah perubahan bentuk ban, mampu menopang beban, kontak ban dengan jalan akan rata, dan dapat memperpanjang umur ban.
2. Tekanan angin yang sesuai dengan beban juga akan membuat dinding samping ban menjadi kuat menahan gaya pada saat menikung atau berpindah lajur. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan dinding samping pada ban menjadi lemah, sehingga berakibat kendaraan menjadi kurang stabil.
3. Kondisi ban dengan tekanan angin yang kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-tiba.
4. Hindari menikung dengan kecepatan tinggi serta berhenti mendadak.
5. Jangan mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Panas yang berlebihan akan timbul saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Hal ini mempercepat keausan ban serta mengurangi daya tahan ban.
6. Periksa tekanan angin ban setiap sepuluh hari sekali. Bila ban masih baru, tambah tekanannya 5%-10% di atas ketentuan dan pastikan tutup pentil selalu terpasang.
7. Jangan gunakan ban jika sisa ketebalan lapisan paling atas 3,0 mm atau kurang atau apalagi bila kawat sudah terlihat. Kriteria paling mudah diketahui secara kasat mata adalah melalui pengamatan fisik ban. Jika kondisi keausan ban tidak merata, botak di pinggir atau bahu ban, serta botak di bagian tengah, itu tanda persiapan untuk mengganti ban.
8. Hindari pemakaian ban campur dan terapkan prinsip pemakaian ban seragam untuk mendapatkan kepuasan pemakaian dan memungkinkan untuk melakukan rotasi ke semua posisi.
9. Hindari penggunaan ban vulkanisir dan ban suntikan demi keamanan Anda dan seluruh penumpang.


Sumber: http://www.pennzoil-indonesia.com (Pennzoil Indonesia)
 
wah bagus nih infonya
nice post /no1
 
Nice info/no1
Btw, bda kualitas ban berisi angin bys sm nitrogen apaan?
 
Nice info/no1
Btw, bda kualitas ban berisi angin bys sm nitrogen apaan?

Bedanya jelas :

==>
Angin biasa / Angin kompressor mengandung uap air,

umumnya uap air ini lah yang membuat permukaan bagian dalam pelek menjadi berkarat.


==>
Angin Nitrogen tidak mengandung uap air,

itu lah yang membedakan kenapa ban yang diisi angin nitrogen kondisinya stabil
dan jarang kempes / kurang angin /heh
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.