yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA- Pembakaran barang bukti rokok ilegal yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur (DJBC Kanwil Jatim) I di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, sempat diwarnai insiden.
Dua petugas TPA dan Kabid Pencegahan dan Penindakan (P2), Eko Darmanto, terjilat api setelah Dirjen Bea Cukai membakar barang bukti tersebut, Selasa (3/7/2012).
Insiden bermula ketika BJBC Kanwil Jatim I melakukan pemusnahan barang bukti berupa rokok ilegal. Semua barang bukti dimasukkan ke dalam Incinerator. Setelah siap, langsung disiram menggunakan bensin dari botol air mineral.
Eko pun bersiap untuk menyulut api menggunakan kayu panjang yang ujungnya sudah dililiti kain dan bensin. Saat pembakaran dimulai, tiba-tiba lidah api dari dalam incinerator langsung menyulut keluar.
Beruntung, Eko tidak terlalu banyak terkena sambaran api. Hanya saja, rambut dan alisnya nampak 'keriting' terjilat api. Sedangkan dua pekerja LPA Benowo Mat Jupri dan Ismail lebih parah.
Hawa panas jilatan api itu sempat membakar bagian rambut, pipi, dan lengan kanan pria asal Tambak Asri itu. Mat Jupri mengaku beruntung meski menderita luka parah.
"Untung jantung saya nggak kambuh. Api itu membakar kulit saya, perih dan panas rasanya," kata pria yang bekerja di bagian Timbangan LPA Benowo sembari menahan sakit.
Kemudian rekan Mat Jupri, Ismail, juga menderita luka parah. Pria yang bekerja di bagian pembuatan kompos itu menderita luka bakar di bagian tangan, kaki kanan, dan wajah bagian kiri. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pekerja lainnya.
Dugaan sementara, insiden itu disebabkan oleh bensin yang digunakan untuk menyulut api. Biasanya petugas menggunakan minyak tanah, namun kali ini menggunakan bensin.
Dua petugas TPA dan Kabid Pencegahan dan Penindakan (P2), Eko Darmanto, terjilat api setelah Dirjen Bea Cukai membakar barang bukti tersebut, Selasa (3/7/2012).
Insiden bermula ketika BJBC Kanwil Jatim I melakukan pemusnahan barang bukti berupa rokok ilegal. Semua barang bukti dimasukkan ke dalam Incinerator. Setelah siap, langsung disiram menggunakan bensin dari botol air mineral.
Eko pun bersiap untuk menyulut api menggunakan kayu panjang yang ujungnya sudah dililiti kain dan bensin. Saat pembakaran dimulai, tiba-tiba lidah api dari dalam incinerator langsung menyulut keluar.
Beruntung, Eko tidak terlalu banyak terkena sambaran api. Hanya saja, rambut dan alisnya nampak 'keriting' terjilat api. Sedangkan dua pekerja LPA Benowo Mat Jupri dan Ismail lebih parah.
Hawa panas jilatan api itu sempat membakar bagian rambut, pipi, dan lengan kanan pria asal Tambak Asri itu. Mat Jupri mengaku beruntung meski menderita luka parah.
"Untung jantung saya nggak kambuh. Api itu membakar kulit saya, perih dan panas rasanya," kata pria yang bekerja di bagian Timbangan LPA Benowo sembari menahan sakit.
Kemudian rekan Mat Jupri, Ismail, juga menderita luka parah. Pria yang bekerja di bagian pembuatan kompos itu menderita luka bakar di bagian tangan, kaki kanan, dan wajah bagian kiri. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pekerja lainnya.
Dugaan sementara, insiden itu disebabkan oleh bensin yang digunakan untuk menyulut api. Biasanya petugas menggunakan minyak tanah, namun kali ini menggunakan bensin.