• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahaya Obesitas Layaknya Terorisme

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
LONDON - Obesitas kian jadi ancaman. Bahkan, penasihat pemerintah Inggris menyejajarkan bahayanya selevel dengan terorisme. ''Ancaman terhadap masa depan kesehatan kita sama bahayanya dengan ancaman keamanan saat ini,'' ujar Profesor Hunter, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Durham, seperti dilansir Dailymail.

Saat ini, sekitar 25 persen penduduk Inggris berbobot lebih. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan pada 1980 yang hanya 8 persen. Diprediksi, pada 2032, separo penduduk Negeri Ratu Elizabeth itu mengalami obesitas.

Sayang, kritik Hunter, meski menyadari krisis kesehatan itu sejak empat dekade lalu, yang dilakukan pemerintah Inggris belum cukup. Inisiatif penanggulangan terhadap bahaya obesitas tersebut justru lebih banyak yang bersifat sukarela.

Menurut Hunter yang juga penasihat pemerintah Inggris, jika kondisi seperti itu dibiarkan, upaya yang sudah dilakukan negara tidak akan menunjukkan hasil. Bukan tanpa alasan, obesitas dinilai menjadi ancaman besar. Selain berpotensi mengurangi 9 tahun jatah hidup kita, obesitas bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Di antaranya, kanker payudara, kanker usus besar, kanker di bagian perut, dan ginjal. Gara-gara kegemukan itu pula, jumlah penderita diabetes di Inggris diprediksi naik hingga 19 juta orang.

Untuk mengatasi masalah obesitas, Sistem Kesehatan Nasional (National Health System) Inggris menyediakan anggaran USD 1 miliar (Rp 9,1 triliun). danang itu terus membubung jika kian banyak penduduk yang mengalami kegemukan berlebih. Tak heran, program antiobesitas tersebut dikritik sebagai pemborosan uang publik.

''Kami melawan obesitas lewat kampanye penyadaran dan aksi serupa di sekolah-sekolah,'' ujar juru bicara departemen kesehatan. Salah satu yang memelopori perang terhadap obesitas itu adalah pemerintah lokal Liverpool. Mereka menyediakan makan siang sehat untuk sekitar 26 ribu pelajar berusia 4-11 tahun. (poe/erm/ami)

Sumber: Jawa Pos

Di Indonesia uda ada gak ya.. yang kena Obesitas??? apakah setiap orang gendut itu selalu obesitas???
 
BODY MASS INDEX (BMI) = Indeks Massa Tubuh



Istilah “normal”, “overweight” dan “obese” dapat berbeda-beda, masing-masing negara dan budaya mempunyai kriteria sendiri-sendiri, oleh karena itu, WHO menetapkan suatu pengukuran / klasifikasi obesitas yang tidak bergantung pada bias-bias kebudayaan.

Metoda yang paling berguna dan banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah BMI (Body Mass Index), yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak tergantung pada umur dan jenis kelamin.

Keterbatasan BMI adalah tidak dapat digunakan bagi:
Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
Wanita hamil
Orang yang sangat berotot, contohnya atlet

BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena resiko penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya. Seseorang dikatakan obese dan membutuhkan pengobatan bila mempunyai BMI di atas 30, dengan kata lain orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20%.

Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)

Kategori BMI (kg/m2) Resiko Comorbiditas
Underweight < 18.5 kg/m2 Rendah
Batas Normal 18.5 - 24.9 kg/m2 Rata-rata
Overweight: > 25
Pre-obese 25.0 – 29.9 kg/m2 Meningkat
Obese I 30.0 - 34.9kg/m2 Sedang
Obese II 35.0 - 39.9 kg/m2 Berbahaya
Obese III > 40.0 kg/m2 Sangat Berbahaya

silahkan cek berat badan anda sendiri.

tbl-bmi.jpg
 
Sebagai pengidap obesitas saya menyatakan setuju...bahwa obesitas adalah teroris!!!! dan negara penghasil obesitas adalah amerika dengan Junk Foodnya!!! :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.