• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Dev tengah mempromosikan rokok di sebuat mall di Yogyakarta ketika seorang pria paruh baya berjalan ke belakangnya & mendorong kunci pahanya kepada bokongnya. Dev, yg saat itu berumur awal 20an, jadi tidak berdaya karena ketakutan & bahkan terlalu takut untuk melirik kebalik bahunya.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Saya kaget, ceritanya pada New Naratif. Saya sedang mengerjakan sesuatu di komputer di stan kami, & dia berjalan kearah saya & menindih saya. Rasanya lama sekali sehingga akhirnya pengawas saya melihat kejadian tersebut & meneriaki & mengusir pria itu.
Walaupun memiliki status sebagai kota metropolis yg berkembang dengan cepat, Jakarta tetap konservatif dibandingkan dengan ibukota Asia lainnya. Di luar mall & kelab, tidak biasa melihat wanita memakai rok diatas lutut ataupun baju yg menunjukkan bahu; mereka yg berpakaian seperti itu biasanya akan di dipelototi & diejek. Namun kebanyakan perusahaan yg mempekerjakan sales promotion girls (dikenal juga sebagai SPG), mengotot bahwa mereka harus berpakaian minim banyak iklan untuk pengerahan lowongan kerja SPG bahkan menyatakan secara spesifik jilbab tidak diperbolehkan, artinya mereka tidak menerima pelamar wanita yg memakai hijab. Ini merupakan kontras yg aneh, di sebuah kota dimana semakin banyak sekolah & universitas, termasuk sekolah negeri, mengharuskan pelajar wanita mengpakai jilbab.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Banyak orang merendahkan SPG & mereka percaya bahwa para SPG tersedia untuk pekerjaan seks, padahal ini seringnya tidak benar

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Pengalaman Dev tidak unik. Bekerja sebagai SPG di Indonesia membawa banyak tantangan: dari perkiraan 40,000 wanita yg bekerja sebagai SPG (link dalam Bahasa Indonesia) di Indonesia, mereka bukan cuma memiliki target penjualan yg tinggi yg harus dicapai, tetapi mereka harus bekerja sambil tetap sopan walaupun dihadapi pelecehan lisan & seksual.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Ini merupakan kejadian sehari-hari, mengatakan Nita Winoto, umur 25 tahun asal Jakarta, sambil tertawa. Kami harus pintar & melindungi diri. Ia sudah bekerja di beberapa merek sejak perdana kali mulai bekerja pada tahun 2011 saat berumur 18 tahun. Ia mengakui sebenarnya tidak mau jadi SPG; ia harap kuliah namun tidak sanggup membiayainya.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Orang tua saya semakin tua, jadi saya harus mendukung mereka secara finansial, jelas Winoto. Saya melamar untuk pekerjaan sebagai SPG, & mereka mengatakan saya memenuhi kebutuhannya [secara fisik]. Ternyata saya juga pintar menjual, jadi dengan semua komisi yg saya dapatkan, gaji saya hampir setinggi apabila saya bekerja di sebuah kantor.

Pelecehan Seksual yg Terus-Menerus

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Itu adalah pekerjaan yg sulit. Selain jam kerja yg panjang & kondisi yg susah secara fisik 16% dari SPG yg di wawancarai di Medan (link dalam Bahasa Indonesia) pada tahun 2016 memiliki masalah musculoskeletal karena memakai sepatu berhak lebih dari 5cm lama berjam-jam pelecehan seksual terjadi secara terus-menerus.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Laki-laki melototi saya; berusaha menggandeng tangan saya; berbicara tidak senonoh; meminta nomor telefon saya; berusaha membujuk saya untuk jadi model telanjang; mengajak saya untuk belanja dengan menjanjikan mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk saya; & pernah sekali, seorang laki-laki berumur tengah baya meminta saya untuk jadi istri keduanya, mengatakan Winoto sambil menggelengkan kepalaknya. Ia mengatakan akan memberikan saya toko, rumah, mobil & bulan madu di luar negeri.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Bahkan, rekan kerja senior Winoto dari kantor pusatnya berusaha meminta foto telanjang darinya. Ia mengatakan ia akan bayar per foto, tetapi saya tidak mau, jadi saya terus menolaknya, katanya. Saya harus menolaknya dengan sopan, tentunya.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Suatu malam, seseorang mengikuti saya saat pulang kerja, tambahnya. Laki-laki tersebut mengikutinya dengan sepeda motor, & meraba-raba payudara Winoto sebelum melaju cepat & pergi. Saya merasa bodoh, katanya. Saya menangis & berlari pulang. Sekarang saya tidak pernah jalan pulang sendirian lagi.


BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Saya rasa ini terjadi karena orang-orang salah pengertian mengenai pekerjaan SPG, jelas Mona*, yg pernah bekerja sebagai SPG dari umur 18 hingga 29 tahun. Banyak orang merendahkan SPG & mereka percaya bahwa para SPG tersedia untuk pekerjaan seks, padahal ini seringnya tidak benar. Semua SPG pernah mengalami ini, mengatakan Mona. Hanya cara kami mengahadapi ini semua yg menciptakan kami berbeda.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Mona kini berumur 31 tahun & sudah berhenti bekerja semenjak menikah dua tahun yg lalu. Ia pernah bekerja sebagai SPG bagi sebuah bunk pribadi & beberapa perusahaan properti, & ia mengatakan bahwa laki-laki sering berkelakuan tidak pantas dengannya, menggodanya & mengomentari badannya. Beberapa menawarkan uang untuk berhubungan seksual atau untuk pacaran, & seseorang bahkan mengikutinya hingga ia pulang.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Salah satu laki-laki mengatakan kepada saya, Kamu sangat cantik. Daripada menciptakan dirimu capek dengan bekerja keras seperti ini, anda harusnya dengan saya. Saya akan bayar lebih dari gaji anda sekarang. Kamu cuma harus memuaskan saya [secara seksual], ingat Mona. Seorang pria lain bertanya secara langsung berapa harga satu malam dengan saya.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Laki-laki yg mengikuti saya hingga rumah mengerjakannya karena saya menolaknya, katanya, sambil menambahkan bahwa ia merasa sangat takut. Saya meminta ayah saya untuk mengantar & menjemput saya selama satu minggu, tetapi saya tidak dapat cerita kenapa. Sekarang, saya sering membawa pisau lipat. Untuk jaga-jaga.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Danni Ludfi, seorang mantan pemimpin regu promosi yg kini memiliki agensi SPG sendiri, sering menyaksikan pegawai wanitanya dilecehkan oleh pelanggan pria.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
[Beberapa] pria memiliki pikiran negatif tentang SPG, mereka menggangapnya sebagai lebih rendah dari mereka sendiri, secara social, mengatakan Ludfi. Tetapi ada beberapa SPG yg juga main sampingan, untuk mendapatkan uang yg lebih, & pakain minimalis mereka tidak menolong para pria menggangapnya mengundang. Sangat susah sebagai pemimpin regu untuk berurusan dengan ini, karena kita harus bertanggung jawab atas keamanan pegawai kami.

Masalah yg Lebih Luas

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Ketika ditanya mengapa SPG menarik begitu banyak perhatian seksual dari pria, banyak wanita yg diwawancarai menyalahkan pakaian dipaksakan oleh para majikan mereka: rok atau gaun pendek, yg seringnya mengetat ke kulit.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Saya rasa mereka harap kami memakai pakaian ini karena menciptakan orang tertarik untuk membeli produk kami, pikir Winoto. Dan strategi tersebut berhasil pria yg tadinya tidak harap beli apa-apa unjung-ujungnya masih membeli produk kami setelah melihat kami.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Tetapi banyak SPG diraba-raba bahkan ketika berpakain yg sepenuhnya menutupi badan; Winoto berpakaian jaket & celana panjang saat diraba-raba oleh laki-laki berkendaraan sepeda motor tersebut. Mona mengatakan bahwa pelecehan tersebut tidak cuma dibatasi pada SPG yg sedang bekerja saja. Pria mengatakan hal-hal tidak senonoh kepada kita [disaat kita bekerja], mereka berusaha menggandeng tangan kita, katanya. Namun ini juga terjadi pada saya ketika saya duduk di bangku sekolah dasar. Guru Bahasa Inggris & guru komputer saya sering menggandeng tangan saya & duduk terlalu dekat, hal-hal seperti itu. Alhasil, saya harus berhenti datang ke kelas itu, karena saya terlalu takut untuk menceritakan ini kepada orang tua saya. Saat itu saya masih berumur lima tahun.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Kami diwajibkan secara kontraktual untuk memastikan bahwa 100% dari orang yg kami ajak bicara memiliki interaksi yg positif, jadi yg dapat saya lakukan cuma tersenyum pahit & pura-pura berbicara dengan orang lain

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Bahkan wanita yg sebenarnya bukan SPG, seperti para wanita yg bekerja di garis depan bagi organisasi amal, tidak bebas dari pelecehan seksual. Nurmufidha Muliana bekerja selama dua setengah tahun di Surabaya di sebuah organisasi bantuan internasional; pekerjaannya adalah membujuk orang yg lewat untuk daftar untuk bantuan bulanan. Ia tidak diharuskan memakai pakain seksi, tetapi ia masih dilecehkan secara teratur, sama dengan dua dari tiga rekan kerja lainnya.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Saya masih ingat satu pria, mengatakan Muliana. Ia terus memandangi tubuh saya dari atas hingga bawah, walaupun badan saya sepenuhnya ditutupi pakaian. Kami mengobrol sejenak & saya berhasil mendapatkan bantuan darinya, kemudian ia mengatakan Kan saya sudah tolong kamu. Saya memiliki dua istri, apakah anda mau jadi istri ketiga? Kami diwajibkan secara kontraktual untuk memastikan bahwa 100% dari orang yg kami ajak bicara memiliki interaksi yg positif, jadi yg dapat saya lakukan cuma tersenyum pahit & pura-pura berbicara dengan orang lain.
Banyak SPG yg berbicara dengan New Naratif harap keluar dari pekerjaan ini, namun uang penghasilan mereka terlalu bagus, sehingga mereka tidak dapat memikirkan pekerjaan lain secara serius. Pekerjaan kecil seperti menjual sampo mulai dengan RP. 175,000 (US$12.25) per hari, sesuai dengan upah minimum bulanan Jakarta sejumlah RP. 3,600,000 (US$262). Pekerjaan lebih besar, seperti yag ditawari oleh merek rokok besar, dapat membayar sebanyak Rp. 500,000 (US$36.35) per hari. Wanita muda dengan kewajiban keuangan yg sangat menuntut & dengan kesempatan yg terbatas, merasa sangat susah meninggalkan pekerjaan mereka, walaupun mereka membenci cara mereka diperlakukan.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Tidak seperti pekerja rumah tangga, tidak ada usaha untuk menciptakan serikat pekerja atau mengembankan jaringan resmi. Aktifis wanita juga kurang memperhatikan isu ini, & lebih fokus kepada inisiatif anti-pelecehan seksual yg lebih umum.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Winoto mempertahankan bahwa ia akan lebih bahagia bekerja di sebuah kantor. Kamu tahu, memakai baju kantor yg bagus, supaya tidak ada yg melototi saya lagi, katanya. Ia mengakui bahwa ini mungkin angan-angan yg khayal, karena majikan lebih memilih lulusan universitas. Untuk sementara, ia meneruskan mencari pekerjaan SPG, sambil berharap bahwa sesuatu yg lebih bagus akan muncul suatu hari.

BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
*Nama diubah atas permintaan yg diwawancarai.



JIKA MERASA ITU MENYUSAHKAN DAN BIKIN TIDAK TENANG PERASAANMU LEBIH BAIK TINGGALKAN DAN CARI YANG PEKERJAAN YANG LEBIH BAROKAH
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
BAHAYA MENJADI SEORANG SPG DI JAKARTA
Hari ini 05:45
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.