steven yan
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 208832
- Sejak
- 2 Jan 2013
- Pesan
- 1.870
- Nilai reaksi
- 23
- Poin
- 38
Tetapi beberapa ahli mengingatkan bahaya menggunakan deodoran secara berlebih. Bahan kimia dalam aerosol bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit, asma, serta kesulitan bernapas. Dalam kasus yang sangat jarang, bahan kimia dalam deodoran bahkan bisa memicu masalah jantung fatal.
Menurut direktur layanin klinis di Allergy UK, Maureen Jenkins, satu dari tiga orang dewasa di Inggris memiliki beberapa bentuk alergi, seperti asma, rhinitis atau eksim. "Semuanya bisa semakin buruk dengan produk wewangian dan bahan kimia aerosol."
"Bahkan orang tanpa alergi pun dapat sensitif terhadap bahan kimia yang ditemukan dalam produk pembersih seperti reaksi kulit, kesulitan bernapas, mual atau sakit kepala. Reaksi itu karena aerosol berbentuk kabut halus yang mudah terhirup," ungkapnya seperti dimuatHealthday.
Dr Peter Dingle, seorang ilmuwan lingkungan dan konsultan toksikologi mengatakan, label deodoran umumnya menginstruksikan penggunaan deodoran tidak dalam ruangan tertutup. Tapi, sebagian besar orang melakukannya di kamar mandi atau kamar tidur yang tertutup.
Seorang remaja Inggris, Jonathan Capewell yang masih berusia 16 tahun meninggal dunia akibat serangan jantung di kamarnya, di Oldham, Greater Manchester. Hasil pemeriksaan menunjukkan, Jonathan memiliki kadar kimia mematikan butana 10 kali lebih tinggi dalam darahnya. Gas ini berada dalam aerosol yang telah tertimbun dalam tubuhnya selama berbulan-bulan akibat penggunaan deodoran aerosol secara berlebihan dan salah.
Kasus fatal lain akibat deodoran adalah Daniel Hurley, 12 tahun, yang menggunakan deodoran aerosol sehingga menyebabkan aritmia jantung.
Pakar menyarankan selalu menyemprot deodoran dengan singkat dan terbatas pada daerah bawah lengan. Ingat, semprotkan deodoran di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik. Deodoranroll onatau deodoran alami bahkan lebih dianjurkan.