• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahaya Mengintai Dibalik Pemakaian Deodoran Berlebihan

steven yan

IndoForum Junior D
No. Urut
208832
Sejak
2 Jan 2013
Pesan
1.870
Nilai reaksi
23
Poin
38
DLuc3.jpg
Penggunaan deodoran agar tubuh tetap wangi, sudah menjadi hal lumrah dan telah jadi kebiasaan sejak usia muda. Menurut sebuah survei, kesadaran mengenai bau badan membuat remaja lelaki memakai deodoran berlebihan sejak usia dini.

Tetapi beberapa ahli mengingatkan bahaya menggunakan deodoran secara berlebih. Bahan kimia dalam aerosol bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit, asma, serta kesulitan bernapas. Dalam kasus yang sangat jarang, bahan kimia dalam deodoran bahkan bisa memicu masalah jantung fatal.

Menurut direktur layanin klinis di Allergy UK, Maureen Jenkins, satu dari tiga orang dewasa di Inggris memiliki beberapa bentuk alergi, seperti asma, rhinitis atau eksim. "Semuanya bisa semakin buruk dengan produk wewangian dan bahan kimia aerosol."

"Bahkan orang tanpa alergi pun dapat sensitif terhadap bahan kimia yang ditemukan dalam produk pembersih seperti reaksi kulit, kesulitan bernapas, mual atau sakit kepala. Reaksi itu karena aerosol berbentuk kabut halus yang mudah terhirup," ungkapnya seperti dimuatHealthday.

Dr Peter Dingle, seorang ilmuwan lingkungan dan konsultan toksikologi mengatakan, label deodoran umumnya menginstruksikan penggunaan deodoran tidak dalam ruangan tertutup. Tapi, sebagian besar orang melakukannya di kamar mandi atau kamar tidur yang tertutup.

Seorang remaja Inggris, Jonathan Capewell yang masih berusia 16 tahun meninggal dunia akibat serangan jantung di kamarnya, di Oldham, Greater Manchester. Hasil pemeriksaan menunjukkan, Jonathan memiliki kadar kimia mematikan butana 10 kali lebih tinggi dalam darahnya. Gas ini berada dalam aerosol yang telah tertimbun dalam tubuhnya selama berbulan-bulan akibat penggunaan deodoran aerosol secara berlebihan dan salah.

Kasus fatal lain akibat deodoran adalah Daniel Hurley, 12 tahun, yang menggunakan deodoran aerosol sehingga menyebabkan aritmia jantung.

Pakar menyarankan selalu menyemprot deodoran dengan singkat dan terbatas pada daerah bawah lengan. Ingat, semprotkan deodoran di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik. Deodoranroll onatau deodoran alami bahkan lebih dianjurkan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.