• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahaya Kurang Makan Garam

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
9vMAZ.jpg
Bahaya konsumsi garam (sodium) terlalu banyak mungkin sudah sering Anda dengar. Namun, mengonsumsi garam terlalu sedikit pun ternyata memiliki risiko yang hampir sama dengan terlalu banyak makan garam. Demikian yang diungkap oleh hasil meta-analisis baru yang dipublikasi dalamAmerican Journal of Hypertension.

Para peneliti melakukan analisis terhadap 25 studi yang melibatkan 275.000 peserta. Diketahui, 90 persen populasi di dunia rata-rata mengonsumsi garam antara 2.645-2.945 miligram. Peserta kemudian dikelompokkan menjadi pengonsumsi garam berlebih, sedang-sedang, dan kurang yang didasari oleh kisaran tersebut.

Analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan hasil yang mengejutkan. Mereka menulis, dibandingkan dengan yang mengonsumsi garam dalam kadar yang sedang-sedang, orang yang mengonsumsi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak garam mengalami peningkatan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular.

Peneliti studi Niel Graudal, konsultan senior dari departemen penyakit dalam, infeksi, dan reumatologi di Copenhagen University di Denmark, mengatakan, artinya orang dengan tekanan darah normal atau mereka yang tidak berisiko tinggi seharusnya tidak perlu terlalu khawatir dengan konsumsi garam mereka.

"Jika memiliki tekanan darah normal dan makan sewajarnya, seharusnya tidak perlu mengurangi konsumsi garam," ungkapnya.

Kendati demikian, tidak semua pakar sepakat dengan hasil analisis tersebut. Paul K Whelton, profesor kesehatan masyarakat global di Tulane University of Public Health and Tropical Medicine, mengatakan, analisis tersebut memiliki batasan. Misalnya, pengukuran konsumsi garam dalam studi merupakan hasil dari survei, bukan pengukuran langsung, sehingga kurang bisa dipercaya.

Selain itu, ada kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mengubah pola makannya. Ini berlawanan dengan timbulnya penyakit tertentu yang disebabkan oleh pola makan.

Ia menekankan pada pentingnya membatasi konsumsi garam. Pusat Pengelolaan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan, konsumsi garam perlu kurang dari 2.300 miligram sehari bagi orang di bawah 50 tahun. Sementara itu, American Heart Association menyarankan konsumsinya kurang dari 1.500 miligram per hari.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.