• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahaya Kultus Individu Dan Glorifikasi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bahaya Kultus Individu Dan Glorifikasi


Duarrr.....
No offense lho gansis.... suer dah. Ane cuma share aja, hasil rangkuman sana sini tentang kultus individu. Salah satunya adalah buku Ranjau Biografi (Penerbit Bentang, 2016), penulisnya Pepih Nugraha yg didalamnya menuliskan ada 11 "ranjau" dalam penulisan biografi, atau artikel yg mengangkat profil seorang tokoh. Ranjau biografi yg dimaksud adalah hal-hal yg melemahkan tulisan biografi itu sendiri.

Salah satu ranjau biografi yg disebutkan Kang Pepih adalah Bahaya Kultus Individu & Pencitraan (Ranjau #6). Termasuk di dalamnya adalah glorifikasi.

Kalo menurut ane si kultus perseorangan adalah meninggikan derajat seseorang melebihi fitrahnya sebagai manusia biasa.
Sedangkan menurut arti, Kultus perseorangan atau pemujaan kepribadian (bahasa Inggris: Cult of personality) muncul ketika seseorang mengpakai media massa, propaganda, atau metode lain untuk menciptakan figur ideal atau pahlawan, seringkali melalui pujian yg berlebihan.
Sementara glorifikasi (asal mengatakan bahasa Inggris: Glorification) adalah aksi melebih-lebihkan sesuatu sehingga terkesan hebat luar biasa, sangat suci, atau sempurna tanpa cela. Lawan mengatakan glorifikasi adalah demonisasi, yakni sikap melebih-lebihkan keburukan atau kejahatan hingga sesuatu jadi tampak buruk luar biasa, jahat sempurna, tidak ada sedikitpun kebaikannya.
Seringkali diksi kultus perseorangan atau glorifikasi dikaitkan dalam konteks keagamaan. Misalnya pemujaan berlebih kepada karomah seorang yg dianggap wali/wakil tuhan. Padahal, tanpa sadar kita sering membawa atau menempatkan kultus perseorangan & atau glorifikasi itu diluar konteks agama & spiritual.
(Nah lho...)

Praktek kultus perseorangan di dunia lumayan banyak, ane ga sebutin satu2. Cuma ngingetin aja akan bahaya kultus perseorangan & glorifikasi di era sekarang ini. Tentang apa & siapa, monggo gansis explore sendiri yak
emoticon-Shakehand2



Sumber:

Image source: https://4.bp.blogspot.com/-OHp2QjlRa...600/KULTUS.jpg Hari ini 09:55
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.