• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahaya di Balik Antioksidan

cotutgaulCoraSolar

IndoForum Senior A
No. Urut
51340
Sejak
28 Agt 2008
Pesan
8.284
Nilai reaksi
260
Poin
83
PM77MVNSiU.jpg


UNTUK menjaga stamina, antioksidan dalam bentuk suplemen seperti vitamin C dan E bisa menjadi pilihan. Antioksidan disebut-sebut dapat mencegah kerusakan pada jaringan tubuh atau stres oksidatif dengan cara mengenyahkan radikal bebas yang menjadi penyebabnya.

Namun, penelitian dari Jerman berkata lain. Seperti dikutip dari BBC, para peneliti malah meyakini bahwa radikal bebas yang terbentuk bisa memberi efek baik bagi tubuh, dan bahkan menahan penyakit diabetes sehingga menghilangkan vitamin dengan antioksidan yang bisa berefek buruk.

Seorang ketua tim peneliti Dr Michael Ristow dari University of Jena mengatakan, radikal bebas mungkin saja dapat memberi efek positif terhadap tubuh. Namun, penelitian Dr Michael Ristow dari University of Jena, Jerman, beserta timnya menunjukkan bahwa radikal bebas mungkin saja dapat memberi efek positif terhadap tubuh. Caranya dengan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, kondisi yang hilang pada diabetes tipe-2. Hanya sayangnya, efek ini kemudian dihambat vitamin antioksidan.

Dalam penelitian mereka mendapati bahwa pada orang yang mengonsumsi vitamin C dan E tidak mengalami perubahan tingkat radikal bebas di tubuh mereka. Sementara yang tidak mengasup antioksidan menunjukkan keberadaan kadar stres oksidatif radikal bebas. Setelah empat minggu melakukan olahraga intensif, sensitivitas insulin pada kelompok pria tanpa suplemen antioksidan mengalami perbaikan. Sebaliknya kondisi pria yang mengonsumsi suplemen malah memburuk secara metabolis.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Dr Sarah Aldred, dosen di School of Sport And Exercise Sciences di University of Birmingham, Inggris, memberikan komentarnya. Dari hasil penelitian itu, bukan berarti suplemen yang mengandung antioksidan tidak baik bagi tubuh. "Hanya saja lebih baik kita mempertimbangkan apakah suplemen yang kita konsumsi benar-benar bermanfaat atau tidak." Vitamin yang terbaik adalah dari sumber alami. Dengan konsumsi makanan sehat dan seimbang sudah cukup menjaga tubuh tetap bugar tanpa harus mengonsumsi suplemen.
(Koran SI/Koran SI/tty)

_Sumber_

/no1
 
ooh,ternyata ada bahaya nya jg toh
 
radikal bebasnya asal jangan kebanyakan aja x yee plus ga perlu pake obat2an sgala klo masi bisa nyari di buah2an n sayuran ;))

nice info Bro :-bd
 
Amit...Amit...
Anak Bagong mau post...

namanya juga suplemen,gak bertahan lama..../ok
Nais info & Keep Posting....... /no1
Grazie...... /thx /thx /thx
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.