Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ramai pembicaraan belakangan ini kalau bahasa Malaysia diusulkan jadi bahasa kedua di Asean, bahasa Melayu memang usianya sudah ratusan tahun yg lampau.
Pemberitaan tentang Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri mengusulkan bahasa Melayu sebagaibahasa perantara antara Indonesia & Malaysia, & jugabahasa resmi kedua ASEAN(Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) setelah bahasa Inggris sempat mencuat.
Namun sayang usulan ini sepertinya menemukan jalan buntu, karena kalau mau ada bahasa kedua Asean, bahasa Indonesia dinilai lebih cocok.
Bahasa Indonesia memang bagian dari bahasa melayu namun banyak mengatakan penyerapan dari banyak bahasa asing, baik itu Belanda, Inggris, Cina, Arab, India & juga banyak bahasa lainnya.
Melirik dari sejarah bahasa Indonesia ditanamkan ketika sumpah pemuda 1928, terus mengalami perubahan. Bahasa formal Indonesia memang mudah dipelajari orang asing karena maknanya cuma satu tidak bersayap.
Tidak harus menunjukkan mengatakan masa lalu atau masa depan, bahkan penuturan dalam jumlah banyak juga mudah seperti "kamu" & "kalian" berbeda dengan bahasa lainnya yg pengejaan & penekanan huruf dapat merubah arti seperti bahasa arab.
Maka, bahasa Indonesia memang mudah dipelajari oleh banyak negara bahkan kabar tahun 2021 sudah ada 56 negara yg mempelajari bahasa Indonesia, bahkan negara-negara maju juga mempelajarinya.
Selain karena banyak orang asing yg bekerja di Indonesia, populasi penduduknya juga banyak. Dan itu salah satu alasan kalau mereka mempelajari bahasa Indonesia, supaya lebih mudah berkomunikasi karena negara-negara maju bahagia investasi di Indonesia. Contoh produk Jepang, dari Honda, Yamaha, Mitsubishi dll. Korea ada Samsung & banyak lainnya.
Karena dari banyaknya bahasa daerah di Indonesia semua mengpakai bahasa Indonesia sebagai pemersatu & tentu hal ini dinilai unik.
Namun apa benar bahasa Indonesia mudah dipelajari?
Kalau untuk bahasa formal memang terkesan mudah, tetapi kalau berbicara dengan orang Indonesia akan lebih rumit karena bahasa Indonesia yg ada di negerinya sendiri banyak mengatakan serapan baru khususnya campuran bahasa daerahnya sendiri atau bahasa asing.
Contoh kepasar nego sama kokoh penjual, 'koh ini gocenk yak?' lalu dijawab 'jangan gocenk lah, limpul itu modalnya juga gede, amsyong owe kalau lo beli gocenk ha...", "Yo weslah koh, nih selawe?"
Apakah diatas bahasa Indonesia? Pada dasarnya iya namun tidak formal ada bahasa daerah yg dipakai, kalau mereka yg belajar bahasa Indonesia melihat bahasa yg dipakai sehari-hari pasti akan rumit & ribet, belum lagi bahasa Indonesia di bagian timur dengan bagian barat yg terbawa unsur melayu, selain beda dialek akan ada juga disparitas unsur kata.
Karena pada dasarnya bahasa Indonesia terbuka, & banyak serapan mengatakan dari bahasa lain. Bisa saja dimasa modern pemyerapan mengatakan itu akan terus bertambah.
Apalagi bahasa gaulnya anak Jaksel yg banyak campur dengan bahasa Inggris, wah pokoknya rasanya gado-gado deh.
Tetapi perbedaannya masyarakat Indonesia ini memang overproud, & mereka juga bangga dengan bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa melayu? Di Malaysia sendiri bahasa melayu tidak ada standarisasinya, bahkan masyarakat asing disana lebih bahagia mengpakai bahasa mandarin atau Inggris.
Jangan malas belajar bahasa Indonesia ya gan, & jangan juga lupakan juga bahasa daerah.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik
Pic : google