• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahasa dan Etnosentrisme

kintamani

IndoForum Junior D
No. Urut
14673
Sejak
25 Apr 2007
Pesan
1.889
Nilai reaksi
63
Poin
48
Jakarta sebagai ibukota negara, didalamnya terdapat jutaan orang dengan budaya yang beragam. karena itulah penggunaan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional sangat jamak digunakan untuk berbagai aktivitas. namun satu hal yang juga ada di Jakarta adalah kelompok-kelompok (subkultur), berdasarkan persamaan geografis dan bahasa.
karena pada dasarnya manusia adalah seseorang yang individualistis, yang cenderung mengukuti naluri biologis, sehingga menghasilkan hubungan diantara manusia yang bersifat antagonistik (pertentangan) yang mencerai-beraikan. untuk mencegah pertentangan, maka perlu ada folkways yang bersumber pada pola-pola tertentu.
Pola-pola itu merupakan kebiasaan (habbits) yang lama-kelamaan menjadi adat-istiadat, kemudian menjadi norma-norma susila, dan akhirnya menjadi hukum.Hukum itulah yang dibawa ke Jakarta, oleh setiap orang yang datang dari berbagai daerah di indonesia, yang membentuk subkultur di Jakarta.
Banyaknya subkultur yang ada di Jakarta, menyebabkan timubulnya kelompok-kelompok yang merasa budayanya lebih unggul daripada budaya kelompok lain, dan kebudayaannya sendiri jadi mutlak, itu yang disebut ethnosentrisme. makin besar rasa ethnosentrisme suatu kelompok, maka semakin besar solidaritas kelompok itu.
Salah satu faktor yang membentuk makin tebalnya nilai ethnosentrisme adalah penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa yang berbeda antar subkultur, menunjukan bahwa bahwa tiap individu dalam kelompok-kelompok tersebut ingin memperoleh dan memelihara eksistensi diri dan kelompoknya masing-masing.
Bahasa adalah sarana utama manusia dalam berkomunikasi antar manusia. Bahasa juga merupakan sebuah institusi sosial yang dirancang, dimodifikasi dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan budaya, dan itu juga yang menyebabkan bahasa budaya satu berbeda dengan bahasa budaya lainnya.
Menurut montgomery (1986), penggunaan bahasa dalam suatu budaya, mempunyai fungsi yaitu; memudahkan dalam berkomunikasi dengan antar anggota kelompok budaya tersebut, sebagai sarana identifikasi, menjaga kerahasiaan informasi di suatu budaya tersebut, dan untuk membuat terkesan dan bingung orang diluar budayanya.
Bahasa juga dapat digunakan untuk memudahkan identifikasi subkultur. bahasa melayu banyak dipersepsi orang sebagai bahasa yang romantis dan penuh emosi, bahasa sumatera identik dengan keras dan tegas, bahasa jawa khususnya bahasa keraton, identik dengan lemah lembut dan gemulai.
Namun proses komunikasi antar subkultur, tidak selalu menimbulkan cara pandang yang negatif, tapi juga dapat menimbulkan cara pandang yang positif. studi banding tentang hubungan antar subkultur di indonesia menurut soemardjan (1988), pernah dilakukan oleh M.bambang pranowo, dkk. dalam kumpulan itu terdapat beberapa tema tentang hubungan antara asimilasi golongan etnis arab (studi lapangan di kelurahan ampel, surabaya).

sumber:jurnal komunikasi
 
wah keknya gw ya, nilai bahasa inggris gw lebih bangus daripada bahasa indonesia gw

wkakakakakak
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.