yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Penanganan pengelolaan lapangan sumur minyak tradisional di Bojonegoro harus dibahas bersama dengan berbagai pihak terkait," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Bojonegoro Agus Supriyanto, di Bojonegoro, Kamis (27/11/2014).
Ia mengungkapkan, permasalahan yang selalu muncul di lapangan yaitu investor melakukan pengeboran sumur minyak baru di luar kontrak, tanpa dilengkapi dengan dokumen UKL/UPL.
"Jumlah rig yang dimanfaatkan untuk melakukan pengeboran sumur minyak baru yang saat ini berada di lokasi mencapai ratusan rig, bahkan investor juga mengembangkan di lokasi lain yang tidak masuk dalam kesepakatan," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, juga sering terjadi semburan liar sumur minyak yang disebabkan ada kesalahan dalam penanganan sumur minyak, juga kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang pekerja tewas.
Lebih lanjut ia menjelaskan dampak adanya pengeboran sumur minyak baru di luar lokasi sumur minyak yang sudah masuk dalam kontrak, menimbulkan kerusakan lingkungan.
Tidak hanya itu, katanya, pencemaran juga terjadi di kawasan setempat dengan adanya tumpahan limbah minyak, yang akhirnya masuk ke Bengawan Solo.
"Kalau tidak dibahas secara bersama akan percuma, sebab kalau terjadi permasalahan Pertamina EP Cepu lempar tanggung jawab, dengan alasan pengelolaannya sudah diserahkan investor," papar Kusbiyanto.
Staf Humas Pertamina EP "Asset Field" Cepu, Jawa Tengah, Aulia Arbiarni, yang dimintai konfirmasi mengatakan akan menyampaikan kepada atasannya soal ajakan pemkab untuk membahas pengelolaan sumur minyak yang masuk wilayah kuasa pertambangannya itu.
"Kami juga berkeinginan penambangan minyak tradisional berlangsung tertib. Salah satunya upaya kami mendatangkan petugas keamanan dari personel Brigade Infantri 16/WY," ungkapnya.
Sesuai data, di lapangan sumur minyak peninggalan Belanda di Desa Wocolo, Hargomulyo dan Mbeji, Kecamatan Kedewan, terdapat 224 sumur minyak dengan produksi rata-rata mencapai 240 ribu liter/hari.