• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Bahas Pembangunan Underpass, Humas PT KAI Temui Jokowi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
scngH.jpg


Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Mateta Rizal Ulhaq menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), untuk melakukan pembahasan pembangunan jembatan penyebrangan orang (JPO) dan juga underpass. Hal tersebut dilakukan guna mensterilisasi jalur kereta dari warga yang menyebrang sembarangan.

"Tadi kita lakukan pembatasan tentang warga yang menyebarang sembarangan. Jadi kita menjelaskan mengapa itu perlu steril. Itu akan ada informasi nantinya," ujar Mateta di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sesuai Undang-undang perkeretaapian nomor 23 pasal 181, sambung Mateta, menjelaskan bahwa tidak boleh ada acara lain di jalur kereta api selain perkerataapian itu sendiri.

"Kita sesuai UU kereta api no 23 pasal 181 tidak boleh ada acara lain selain perkerataapian, maka akan ada sterilkan dari kebiasaan masyarakat untuk melintas, supaya tidak banyak korban," terangnya.

Dari itu, sambung Mateta, akan dibuat alternatif bagi warga untuk menyebrang jalur kereta api dengan menggunakan JPO atau pembuatan underpasS oleh Pemprov DKI Jakarta. "Akan ada alternatif apakah JPO atau pembuatan underpass oleh pemda DKI Jakarta untuk kepentingan masyarakat melintasi jalur perkerata apian," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo mengatakan underpass yang akan dibangun yaitu di Jalan Cendrawasih Kebayoran Lama, Jalan Kartini Cilandak, Jalan Garuda Kemayoran, Jalan Industri dan Jalan permen mata Hijau.

Sedangkan flyover di Jalan Gunung Sahari Mangga Dua, Jalan Halimun, Jalan Madiun, dan Jalan Cik di Tiro. Khusus lahan yang belum dibebaskan yaitu di Jalan Percetakan Negara, Bintaro, Kampung Bandan, Cipinang Lontar, dan Jalan Panjang Jakarta Barat. “Itu masih dalam proses pembebasan tanah,” ujarnya

Ery menjelaskan, tahap awal pembangunan itu, membutuhkan danang sekira Rp200 milliar. danang tersebut untuk desain dan target penyelesaiannya pada akhir 2014 dan 2015. Ery yakin rencana pembangunan ini pada era Jokowi akan berhasil direalisasikan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.