• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bahas Kratom Dan Gejala Penarikan Obat.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Halo ketemu lagi bareng ane, Arif Pambudi

emoticon-Hai
emoticon-Hai
emoticon-Hai


Pasti banyak dari kalian yg sudah dengar istilah no pain, no gain. Bahkan sudah jadi pernyataan basi bagi setiap orang. Setiap rasa sakit menciptakan kita berkembang, setiap patah hati menciptakan kita lebih kuat, bla bla bla... Bahkan Friedrich Nietzsche pun pernah berkata; Apa yg tidak membunuhmu menciptakanmu jadi lebih kuat.
Tapi yg jadi pertanyaan, apakah semua rasa sakit menciptakan kita semakin berkembang? Bagiamana dengan rasa sakit gejala penarikan obat?​

10097189_202403151036170933.jpg

Buat yg belum tahu atau asing dengan istilah gejala penarikan obat. Itu merupakan gejala yg melibatkan fisik & mental seseorang setelah menghentikan asupan zat tertentu. Seperti psikotropika atau zat aktif lainnya. Istilah umumnya sakau. Tentunya ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman & dapat jadi sangat berbahaya untuk beberapa kasus.

10097189_202403151040540007.jpg

Ilustrasi orang yg suka konsumsi obat-obatan.


Mekanisme adaptasi manusia kepada lingkungan & keadaan itu sangat unik. Ketika manusia mengalami sebuah cobaan hal itu akan membangun sebuah karakter. Tapi itu tidak berlaku untuk sakau. Rasa sakau itu menurutku lebih dari sekedar rasa sakit. Itu benar-benar kacau. Tidak peduli sakau perdana kali atau yg kedua kalinya atau yg ketiga rasanya akan tetap sama. Itu tidak menguatkan apa pun atau membangun apa pun. Yang ada hanyalah rasa sakit & penderitaan. Ini mirip seperti lingkaran setan. Setidaknya begitulah yg saya alami selama jadi pengguna aktif kratom selama 3 tahun.


Buat yg belum tahu apa itu Kratom. Kratom adalah daun yg biasa diolah jadi kapsul atau bubuk yg efektif untuk memperbaiki mood & menghilangkan rasa sakit. Kebanyakan tumbuh subur di Kalimantan.
10097189_202403151139150977.jpg
dokumen pribadi


Sebenarnya konsumsi Kratom itu sama halnya kita menkonsumsi kopi atau rokok atau alkohol atau apa pun itu yg dapat menyebabkan ketergantungan. Dan itu sebenarnya adalah reaksi yg wajar. Tapi menurutku tetap aja rasa gejala penarikan obat dari zat Kratom itu rasanya cukup bikin menderita. Berbeda dengan kopi yg cuma menyebabkan sakit kepala. Kratom kalau berhenti dikonsumsi sacara mendakak, tubuh rasanya sangat tidak nyaman. Hidung berair, mata berair & badan sakit semua khususnya pada bagian kaki & itu terjadi setelah 24 jam berhenti pakai & akan memuncak di hari kedua & ketiga kemudian efeknya akan menurun di hari keempat hingga satu Minggu. Menurutku karena Kratom ini herbal makanya efek sakaunya lebih singkat & tidak terlalu parah seperti tipe zat lainnya. Setiap orang mengalami gejala yg berbeda ya. Ini perlu digaris bawahi. Kebetulan yg saya rasakan itu seperti itu.
Alasan saya berhenti pakai karena saya punya batasan dosis. Jika misal sudah menyentuh takaran 15 gram tetapi sudah tidak berefek ke tubuh maka saya akan berhenti pakai selama 2 bulan untuk mereset takaran pemakaian. Fase menderita mungkin hingga 3-7 hari kemudian akan normal lagi. Setalah 2 bulan berjalan saya akan konsumsi lagi dengan takaran awal pakai. Begitu terus & ini sudah yg ketiga kalinya reset dosis.

Oh ya, tentu saja Kratom ini legal & agan-agan dapat dapat secara bebas di pasar online. Sebenarnya kratom itu tidak boleh dikonsumsi secara rutin supaya tidak menyebabkan ketergantungan tetapi saya pribadi lebih suka mengonsumsi secara rutin. Kratom sangat menolong untuk melepas stress setelah seharian bekerja. Dan selama 3 tahun mengonsumsi rasanya aman-aman saja. Tidak ada gejala yg signifikan pada tubuh. Hanya saja rasa sakaunya ketika berhenti dipakai secara mendadak yg sebelumnya dikonsumsi rutin itu sangat menganggu. Sangat menciptakan tidak nyaman khususnya pada fisik. Kalau secara mental sepertinya tidak berpengaruh.


Saya pikir saya akan terbiasa dengan gejala penarikan obat setelah mengalami yg ketiga kalinya tetapi ternyata tidak & ini tentu saja jadi hal yg menarik untuk saya bagikan di Kaskus. Semoga kisah sayang & benci saya dengan kratom dapat memberi manfaat & pelajaran bagi agan & sista. Tentunya apa pun yg kita konsumsi secara berlebihan tentu saja tidak baik. Contohnya saja gula. Gula itu legal & mudah didapat tetapi justru sangat berbahaya kalau dikonsumsi terlalu sering. Terimakasih.
emoticon-Salam Kenal
emoticon-Salam Kenal
emoticon-Salam Kenal

GIF
Jangan lupa cendolnya gan
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.