Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Anda tidak akan tahu apa yang bisa Anda temukan ketika Anda bermain-main ke tempat pembuangan sampah. Sejumlah ilmuwan asal Amerika Serikat ternyata telah menemukan “emas hitam”.
Peneliti dari lab biologi sintetik University of California telah menggunakan bakteri yang ditemukan pada tempat pembuangan sampah di awal tahun 1980-an yang bisa digunakan untuk mengubah limbah alami menjadi bahan bakar yang tidak berbeda dengan bahan baker berbasis fosil.
Metode yang digunakan memungkinkan limbah agrikultural seperti sampah tanaman jagung dan pohon tebu diubah menjadi bensin.
Dengan perbaikan di tingkat produksi dengan teknik pembuatan yang lebih baik, para peneliti memperkirakan biaya produksinya dapat ditekan hingga sekitar 1,65 dolar AS per galon untuk bahan bakar berbasis sampah pohon tebu.
Peneliti di lab menggunakan bakteri yang ditemukan pada awal 1980-an yang hidup di tempat pembuangan sampah yang sudah ditinggalkan, dan kemudian mengombinasikannya dengan ragi. Ketika dicampurkan dengan tanaman organik, bakteria tersebut mencernanya dan memproduksi asetat kimia. Ragi kemudian mengonversi asetat tersebut menjadi methyl halide, yang dapat dikumpulkan dan dikonversi menjadi bensin.
aku pernah liat di discovery, pabrik BMW menimbun sampah" untuk diambil gas yang dihasilkan sampah. sebanyak 60% energi yang dibutuhkan pabrik tersebut berasal dari sampah. gimana ga hemat hahahaha