• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bagi Katak, Bulan Purnama Saatnya Pesta Seks

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

goesdun

IndoForum Junior A
No. Urut
32661
Sejak
7 Feb 2008
Pesan
3.024
Nilai reaksi
66
Poin
48
094014p.jpg


Selama ini bulan purnama identik dengan romantisme dan saat yang asyik untuk bermesraan dengan kekasih. Ternyata hal tersebut juga benar dan berlaku di dunia hean khususnya amfibi.

Para peneliti menemukan bahwa amfibi di seluruh muka bumi melakukan pesta kawin pada saat bulan purnama. Walaupun belum banyak diketahui, tetapi fenomena ini terjadi secara global. Semua spesies amfibi seperti katak, kodok, dan salamander melakukan aktivitas perkawinannya selama periode itu.

Pergerakan bulan yang tengah berada pada fase penuh umum dimanfaatkan hewan. Amfibi pun menggunakan siklus ini untuk mengumpulkan spesies katak jantan dan betina dalam waktu yang sama. Dengan demikian, potensi kesuksesan pembuahan telur dapat dimaksimalkan.

Pada 2005, ahli biologi Rachel Grant yang sedang meneliti mengenai salamander dekat sebuah telaga di wilayah Italia Tengah, tanpa sengaja melihat begitu banyak katak memenuhi jalan di bawah bulan purnama.

"Meski masih ada kemungkinan ini hanya suatu kebetulan, tapi di bulan berikut saya melewati jalan yang sama di hari senja, dan kembali menemukan sejumlah katak. Jumlahnya meningkat seiring bulan bertambah besar, mencapai puncaknya pada bulan purnama, lantas berangsur-angsur berkurang," ujarnya.

Oleh sebab itu, Grant kembali ke lokasi tersebut pada 2006 dan 2007. Ia kemudian membandingkan data perolehannya dengan data penelitian perilaku kawin katak-katak di sebuah kolam dekat Oxford, Inggris yang dikumpulkan oleh Tim Halliday; serta data Elizabeth Chadwick dari Universitas Cardiff mengenai katak-katak dan kadal-kadal di Wales.

Hasilnya, disimpulkan terdapat 3 fase hidup pada amfibi yang dipengaruhi perputaran bulan, yakni fase pembiakan (breeding site), fase perkawinan (mating site), dan fase bertelur (spawning site). Spesies katak biasa Bufo bufo melakukan ketiga fase ini selama masa bulan purnama. Begitu pula dengan spesies katak Jawa Bufo melanostictus, yang melakukan fase perkawinannya dalam periode bulan purnama, di mana katak betina melakukan ovulasi pada saat berdekatan atau di waktu yang sama.

Sementara spesies katak Rana temporaria melakukan fase bertelur pada bulan purnama. Perkawinan kadal juga dipengaruhi siklus bulan walaupun hasil yang ditunjukkannya tidak sejelas pada katak.

"Kami kira gejala ini tersebar di seluruh dunia. Bagaimanapun, perbedaan ekologi dan cara reproduksi juga akan mempengaruhi hal ini, dan itu perlu diselidiki lebih lanjut," ujar Grant. *M9-09/Kompas
 
hmm.bgtu ya
nice info nambah2 pengetahuan
 
Telur Dinosaurus Ditemukan di India

Beberapa ahli geologi telah menemukan setumpuk telur dinosaurus yang telah menjadi fosil dan dikatakan berusia sekitar 65 juta tahun, di satu desa di negara bagian Tamil Nadu, India selatan, demikian laporan media.

"Kami menemukan tumpukan demi tumpukan telur bulat dan beberapa bagian tubuh dinosaurus dan masing-masing tumpukan berisi delapan telur," kata M. Ramkumar, ahli geologi di Periyar University, yang memimpin satu tim penggalian, Kamis, dilaporkan harian The Hindu.

Semua telur tersebut, yang berdiameter sekitar 13-20 centimer dan tergeletak di sarang pasir dengan luas sekitar 1,2 meter, ditemukan selama satu studi yang didanai oleh lembaga ilmiah Jerman dan India.

Tumpukan telur itu berada di bawah debu letusan gunung berapi di dataran tinggi Deccan, yang dikatakan ahli geologi mungkin telah mengakibatkan kepunahan dinosaurus tersebut.

Tempat sarang itu ditemukan di sepanjang pinggir dan dasar anak sungai di lembah sungai Cuavery, yang berisi tumpukan telur yang telah menjadi fosil, kotoran dan sisa tulang dinosaurus.

"Ditemukannya telur yang belum menetas dalam jumlah banyak pada tingkat stratigraphic yang berbeda menunjukkan bahwa dinosaurus terus kembali ke tempat yang sama untuk bersarang," kata Anbarasu, anggota lain tim peneliti.

Para peneliti itu telah meminta pejabat setempat untuk menutup lokasi tersebut sejak temuan serupa di India utara mengakibatkan penjarahan fosil itu.(*Antara)
 
Ooo, jadi pembuahan sel telur pada katak itu lebih cepat pada saat bulan purnama..
I see , nice one bro /no1
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.