jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Kista adalah kantung kecil yang berisi cairan. Kista dapat dialami oleh siapapun, dan muncul di berbagai area tubuh, tak terkecuali di bagian dalam sistem reproduksi wanita, seperti ovarium dan rahim. Muncul kista saat hamil merupakan hal yang umum terjadi. Namun, tak perlu khawatir karena kista ovarium sebagian besar bersifat jinak, bahkan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Ada dua jenis kista yang muncul di ovarium ibu hamil, yakni kista ovarium fungsional dan kista ovarium patologis. Kista fungsional dapat terbentuk saat ovarium atau indung telur wanita melepaskan sel telur untuk dibuahi (ovulasi). Jenis kista ini tergolong tidak membahayakan dan mengancam nyawa.
Kista fungsional terbagi menjadi kista folikel dan kista korpus luteum. Sedangkan, kista ovarium patologis adalah jenis kista yang bisa bersifat jinak maupun ganas. Kista patologis memiliki sel-sel abnormal yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti endometriosis.
Satu-satunya cara menghilangkan kista dengan permanen adalah lewat operasi. Namun, dokter umumnya tidak akan langsung merekomendasikan Anda untuk menjalani operasi pengangkatan kista. Ia akan menyarankan Anda untuk menjalani perawatan rumahan dulu guna melihat kemungkinan kista dapat hilang dengan sendirinya.
Berikut ini adalah pilihan cara mengobati kista yang dapat Anda lakukan tanpa operasi terlebih dulu.
1. Mengonsumsi obat
Obat seperti ibuprofen, naproxen, atau paracetamol, dapat membantu meredakan gejala nyeri yang timbul akibat kista. Beberapa dokter juga dapat meresepkan pil KB. Meski bukan cara untuk mengobati, hormon yang terkandung dalam pil KB dapat membantu mencegah pembentukan kista baru di ovarium. Apabila rasa nyeri tidak juga hilang meski telah mengonsumsi obat, segera memeriksakan diri ke dokter. Rasa nyeri yang hebat dan tidak cepat mereda dapat menandakan komplikasi serius.
2. Olahraga
Olahraga juga dipercaya dapat membantu meredakan gejala kista ovarium. Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu wanita penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) untuk mencapai atau menjaga berat badan idealnya. Berat badan yang normal dan stabil dapat mencegah kekambuhan gejala PCOS yang mengganggu. Selain itu, olahraga bisa meredakan rasa nyeri dengan mengencangkan otot sehingga dapat mencegah pertumbuhan kista menjadi lebih besar.
3. Mengubah pola makan
Makanan yang Anda konsumsi mungkin dapat memengaruhi hormon yang memicu perkembangan kista. Itu kenapa menjalani pola makan sehat penting dilakukan, terutama bagi wanita yang mengalami PCOS. PCOS dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur. Selain itu, sekitar 50 persen penderita PCOS mengalami kelebihan berat badan akibat resistensi insulin. Oleh karena itu jika menderita PCOS, Anda disarankan untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan resistensi insulin, seperti roti tawar, kentang, makanan yang terbuat dari kentang dan makanan manis. Sedangkan Anda akan disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang lebih sehat seperti.
- Makanan tinggi serat seperti brokoli, almond, dan sayuran hijau
- Protein rendah lemak seperti ikan, tahu, dan ayam
- Makanan yang dapat membantu meredakan peradangan dan bumbu-bumbu seperti tomat, kunyit, minyak zaitun, dan kal
Panas dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Anda dapat mencoba mengompres perut atau punggung bawah selama 20 menit, menggunakan handuk hangat atau bantal pemanas.
5. Pijat dan relaksasi
Nyeri yang ditimbulkan kista ovarium dapat menyebabkan otot di sekitarnya menjadi tegang, terutama saat haid. Memijat punggung bagian bawah, paha, dan perut dapat membantu mengurangi ketegangan otot, dan mengurangi rasa nyeri. Selain itu, stres dan kecemasan dapat membuat rasa nyeri yang dirasakan bertambah parah. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan mengambil napas dalam-dalam, dapat meredakan kecemasan serta mengurangi nyeri.
Jadi, jika Anda mengalami kista saat hamil jangan panik terlebih dahulu. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. Pilihlah metode pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda dan pastinya tidak membahayakan keselamatan diri Anda dan janin yang sedang dikandung.