tidak ada yang namanya nibbana pas-pas-an....hahaha......
masa di bilang arahat pas-pas-an.......hahaha
yah jelas sekali yg dimaksud sang buddha...kebenaran yang sejati telah dirasakan oleh nya itu....tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata gambarannya..
tetapi beliau mengatakan "engkau pun bisa merasakannya" dimana beliau memberikan JALAN / PETA / PEMBUKTIAN akan hal-hal apa yang dirasakannya.
salam
maksud saya nibbana itu pasti dan tidak pas2an,yang rasa dharma yang pas itu adalah kecocokan metode dengan si pelaksana,apabila memang lewat jalur meditasi memahami kesunyataan bisa mencapai penerangan sempurna silakan,lewat jalur bodhisatva seperti cerita sang kelinci yang mengorbankan diri untuk pertapa dalam cerita jataka juga silakan,toh akhirnya sakyamuni budha tetap mencapai penerangan sempurna,dan kenapa dijaman 2500 tahun yang lalu sakyamuni budha membabarkan dharmanya???? atau lahir dijaman itu????
jawaban gatot koco(bukan kutipan dari mana2)
1. pada jaman itu lah manusia masi bisa dibina lewat jalur dharma secara langsung lewat dari seorang samma sang budha,kita lihat pada jaman itu belum semodern sekarang mau kekota lain saja harus jalan kaki selama berhari2,mana alat transportasi cepat,pada masa itu manusia masi memilki banyak waktu luang untuk bercengkrama dengan lingkungan tidak seperti sekarang,jadi mereka mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan dharma dan tidak disibukkan acara nonton tv,gathering night,clubbing dsbnya,so mereka punya waktu dan wawasan yang bisa diasah untuk mendengarkan dharma dan secara jelas dan menyeluruh,intinya mereka punya waktu dan sangat tanggap terhadap dharma,banyak bukti dalam sutta yang menceritakan hal2 bahwa manusia pada jaman dan tempat dimana sakyamuni budha yang memiiki keinginan kuat untuk belajar dharma secara langsung dari beliau,bandingkan dengan jaman ini,semuanya lewat rekaman,ada kesempatan malah lebih bagus nonton siaran ulangan dari pada siaran langsung,makanya dharma dari sakyamuni budha bisa bertahan selama ini dari dahulu,coba sekarang sakyamuni budha ada lahir pada saat ini nga mungkin dharma beliau bisa bertahan sampai 2500 tahun kemudian,karena manusia jaman sekarang sangat mementingkan materi dari pada kebenaran dharma itu,dan nga mungkin sebanyak arahat yang ada dimasa itu
2.di jaman ini saja apabila ada yang mengaku mencapai kebudhaan maka akan buru2 dibandingkan dengan sakyamuni budha,bahwa mana yang benar dan mana yang tidak,menjadi seorang budha tidak menghiraukan siapa yang rendah dan siapa yang tinggi,menjadi budha adalah menjadi sesosok guru agung pembabar dharma atau rajanya dharma,lihat kemabali kesejarah bagaiman seorang devadata menfitnah sakyamuni budha melalui cerita cinca,hanya saja pada masa itu dunia belum seglobal saat ini,masi di lingkup india saja,kalau ada pada masa ini maka bukan seorang cinca saja melainkan banyak terpaan gosip dan kecemburuan akan pencapaiaan seseorang,ini biasa manusia memilki perasaan tersaingi akan nama harum seseorang jadi berbagai cara akan ditempuh untuk mencari kesalahan dari seseorang,maka kalau kita saat ini belajar dharma sudah bukannya jaman sakyamuni budha bahwa segala sesuatu masi daun dalam genggaman sang bhagava,coba lihat daun lainnya sama atau tidak dengan genggaman sang bhagava,teliti lah sebelum "membeli"/memilih ajaran,sesuaikan dengan akal sehat kita dan minimal rasa dharma itu pas dengan lidah kita dan "minimal"dengan orang lainnya
3.belajar budha dharma harus "walubi" wawasannya luwes dan bijaksana

,
dalam artian jika kalau tidak cocok dengan ajaran yang telah diajarkan oleh seseorang jangan lah setelah kita tinggalkan kita mencela dan mencari2 kesalahan dan kelemahan akan ajaran tersebut karena nya hal tersebut hanya akan menimbulkan pandangan yang salah terhadap ajaran dan pengikut2 ajaran tersebut dimata masyarakat umum,contoh seperti ada seorang master baru2 ini yang "mantan" dari seorang guru besar vajrayana(saya ngak perlu sebutkan),dia pada saat diwawancara di sebuah radio kenamaan yang sering berdialog tentang ajaran budhis,sang master itu tidak pernah menyebutkan bahwa dia sebelum mendalami ajaran sekarang ini pernah belajar dari aliran vajrayana,dikatakan bahwa mendalami ajaran mahayana selama 20 tahun,dan langsung ke aliaran sekarang ini,padahal sang master ini pernah mendalami ajaran vajrayana selama 20tahun,tetapi tidak disebutkan dia dalam wawancara tersebut,lalu cerita yang saya dapat secara akurat bahwa sang master ini pada saat ia mendalami ajaran vajrayana juga sesorang yang dipercaya oleh gurunya,dan dia tega menjual nama gurunya untuk mendapatkan dana dan keuntungan yang digunakan untuk kepentingan pribadi,pada saat nya karena sang guru sangat welas asih berusaha menyadarkan sang master lalu sang master malah berbalik menghianati gurunya dan mengadu domba umat dari aliran vajrayana untuk ikut dengan dirinya.........
kita lihat hal ini,dalam era globalisasi ini informasi tuh gampang ditelusuri,sebentar saja kita sudah tau informasi,jaman dahulu mau kirim surat aja butuh berhari2,jadi dijaman ini sangat sulit memberi pengertian budha dharma kepada para insan karena informasi yang salah sangat cepat diterima karena info yang salah biasanya lebih mudah disampaikan dari pada yang benar,sulit mengajarkan yang benar,lah 20tahun belajar vajrayana aja bisa menghianati guru dan mengadu domba para umat,bahkan yang lucu dan anehnya ajaran dari gurunya masi digunakan hanya saja berkedok membantu umat,ilmu pengetahuan dari guru nya masi dipakai dan tidak ditinggalkan,hanya saja berganti jubah dan berganti identitas dan nama saja
metode2 yang digunakan masi saja vajrayana,tetapi sampai saat ini umat yang diajaknya pun masi ikut dan manut dengan sang master itu,itulah pengaruh informasi yang simpang siur,orang yang kaya gitu aja bisa jadi master,hati2 dalam memilih ajaran dan belajar ajaran teliti sebelum memilih
4,banyak yang mengatakan bumbu ku nomer satu tetapi pada saat praktek bumbunya gosong,mengapa demikian???? karena alasan sederhana yaitu UUD(ujung2nya duit),banyak aliaran2 dan ajaran agama yang bertujuan mencari keuntungan untuk pribadi ujungnya berkedok menjalankan misi dharma,tidak tau nya malah melobi teman bisnis di tempat sosial keaagaman,ini sudah banyak terjadi,saya ngak usah bilang,dimana,dan kapan,udah banyak kok yang begini,harus dipahami bahwa kita masuk pintu agama berarti kita siap minum racun bukan minum cappucino

......
agama itu racun untuk terbebas dari penderitaan/samsara
sedangkan materi itu adalah sumber diabetes bagi manusia apabila minum kebanyakan,minumbulkan penyakit apabila kebanyakan,hehehhehheh
kalau begitu kita memilih yang mana racun atau cappucino????
sakyamuni budha memilih menenggak cappucino dulu baru racun,baru lah kita ada agama budha hari ini
sadarlah wahai umat budha sekalian kita semua yang masuk ke tempat sosial keagamaan sedang meminum racun bukan menjual cappucino
kalau sudah masuk berusahalah memahami apa itu sunyata,dukha,anata,avijja,nidana,dan ehipasiko
jadi kalau kita sudah masuk jangan lah kita memperhitungkan untung dan ruginya kita dalam misi dharma,karena pahala tidak bisa ditimbang dan dan diukur satuannya,pahala itu adalah cahaya para budha dialam semesta ini,para budha selalu meyertai kita begitu juga mara pengoda,kita mau ikut yang mana?????
5.pintar2 lah memilih ajaran dan asahlah batu permata anda sekalian karena jangan menggangap telah meneukan permata yang berharga sebelum kita mengasah dan melihat isi dari permata tersebut,tidak ada permata,tidak ada budha dharma,tidak ada budha dharma tidak ada sunyata,sunyata itu ada karena kosong,kosong itu isi,dan isi itu hampa
bijaksanalah kita dalam budha dharma
namo budhaya
