Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ajaran agama tidak menganjurkan untuk hidup miskin, melainkan memberikan motivasi supaya sanggup hidup kaya & berusaha memperbaiki cara pandang & berfikir supaya sanggup menciptakan hidup kaya meskipun kemampuannya itu dalam hal memaknainya.
Kekayaan pada hakikatnya ada dalam perasaan jiwa & bukan pada apa yg dimiliki seseorang. Contoh sederhana misalnya, seseorang memiliki uang 1 juta, ia merasa puas dengan pekerjaan yg ditekuninya, ia juga merasa ridha & menerima dengan sepenuh hati atas karunia yg sudah diberikan tuhannya.
Ia juga merasa lapang dada karena ia memperoleh uang dengan jumlah itu, inilah yg disebut kaya.
Contoh lain, ada orang yg memiliki uang sebesar 1 milyar, akan tetapi ia tidak merasa puas dengan uang sejumlah itu karena ia membutuhkan jumlah yg lebih banyak dari itu. Ia akan merasa cemas bila uangnya berkurang, ia juga merasa tidak ridha dengan hasil usahanya yg cuma sebesar 1 milyar itu, ia merasa kebutuhannya lebih akbar daripada uang yg dimilikinya saat ini, karena menurutnya uang yg dimilikinya semestinya lebih akbar lagi & berlipat ganda, namun karena uangnya itu tidak berlipat ganda maka ia merasa tidak puas menerima miliknya itu.
Akibatnya ia terus mencari tambahan & merasa kekurangan sehingga tidak dapat menerima miliknya yg cuma 1 milyar itu, bahkan ia merasa cemas dengan masa depannya, merasa cemas dengan uang yg dimilikinya yg mungkin akan berkurang karena terpakai oleh kebutuhan hidupnya. Hal seperti inilah yg disebut dengan susah & fakir walaupun memiliki uang digenggamannya sebesar 1 milyar.
Nah, bila anda harap kaya, hendaknya bekerja & berusaha kemudian menerima rizki yg ada, merasa cukup ddan ridha dengan pemberian serta karunia Allah SWT.
Kemudian pula banyak memuji Allah atas segala pemberianNya, semua ini tidak akan menghalangi anda untuk mencari-cari sesuatu yg lebih utama, cuma saja jangan hingga merasa cemas dengan harta yg sudah dimilikinya.
Bertambah & berkurangnya harta adalah kekuasaan Allah SWT., kewajiban kita selaku manusia adalah berencana, berbuat, berusaha terus semaksimal mungkin & berdo'a.
Sedangkan hasilnya terimalah dengan keikhlasan yg sebenarnya & merasa ridha bagaimanapun keadaannya & berbahagialah dengan segala karunia serta pemberian Allah SWT.
Dengan begitu, maka anda akan jadi orang kaya kelak. Penyebab utama dari perasaan letih & cemas yg dirasakan kebanyakan orang adalah adanya rasa khawatirakan harta yg sudah dimilikinya serta ambisi harap mencari-cari dunia dengan rakus & sayang buta.
Perasaan cemas, khawatir & rasa takut tidak mendapatkan harta maupun uang yg banyak, seringkali menghantui setiap orang seolah-olah hidup ini hanyalah untuk mendapatkan uang yg banyak. Lebih parah lagi, mereka mencari tambahan keuntungan dengan berbagai cara tanpa memperhatikan halal atau haramnya, selain itu juga tidak memperhatikan hak-hak orang lain & seringkali usahanya melampaui batas sehingga banyak orang yg dirugikan dengan perbuatannya itu.
Perilaku seperti itu dapat jadi sumber penyakit & hidup materialistis yg tidak mengenal takaran kecuali berdasarkan harta.
Akibatnya orang yg terlihat tidak memiliki harta akan ia remehkan & dianggap tidak ada harganya sama sekali dimatanya, meskipun orang itu taat beribadah & memiliki moralitas yg tinggi. Padahal jelas sekali ajaran agama sangat menentang bila kekayaan dijadikan ukuran & timbangan diantara sesama manusia.
Jadi kaya bukanlah segala-galanya, pemilik harta bukan yg paling utama. Jangan hingga pemahaman materialistis menjadikan lupa diri dalam menjalin hubungan sosial, jangan pula kilauan materi menjadikan orang terengah-engah dalam mengejar materi serta jangan hingga bersedih & cemas karena materi yg berakibat jadi lupa bahwa sebenarnyakekayaan ada dalam jiwa sebelum ada dalam materi, meskipun seseorang kaya raya kalau sering dihinggapi sedih, cemas & gelisah tentunya kekayaan itu kuranglah berarti.
Namun, jikalau kekayaan yg dimiliki sebesar apapun dilandasi rasa syukur, ikhlash, ridha & menerima dengan spenuh hati segala karunia yg sudah diberikan Allah SWT., tentunya hidup akan terasa tenang & akhirnya merasa kaya dengan apa yg sudah dimilikinya. Hari ini 13:29
Kekayaan pada hakikatnya ada dalam perasaan jiwa & bukan pada apa yg dimiliki seseorang. Contoh sederhana misalnya, seseorang memiliki uang 1 juta, ia merasa puas dengan pekerjaan yg ditekuninya, ia juga merasa ridha & menerima dengan sepenuh hati atas karunia yg sudah diberikan tuhannya.
Ia juga merasa lapang dada karena ia memperoleh uang dengan jumlah itu, inilah yg disebut kaya.
Contoh lain, ada orang yg memiliki uang sebesar 1 milyar, akan tetapi ia tidak merasa puas dengan uang sejumlah itu karena ia membutuhkan jumlah yg lebih banyak dari itu. Ia akan merasa cemas bila uangnya berkurang, ia juga merasa tidak ridha dengan hasil usahanya yg cuma sebesar 1 milyar itu, ia merasa kebutuhannya lebih akbar daripada uang yg dimilikinya saat ini, karena menurutnya uang yg dimilikinya semestinya lebih akbar lagi & berlipat ganda, namun karena uangnya itu tidak berlipat ganda maka ia merasa tidak puas menerima miliknya itu.
Akibatnya ia terus mencari tambahan & merasa kekurangan sehingga tidak dapat menerima miliknya yg cuma 1 milyar itu, bahkan ia merasa cemas dengan masa depannya, merasa cemas dengan uang yg dimilikinya yg mungkin akan berkurang karena terpakai oleh kebutuhan hidupnya. Hal seperti inilah yg disebut dengan susah & fakir walaupun memiliki uang digenggamannya sebesar 1 milyar.
Nah, bila anda harap kaya, hendaknya bekerja & berusaha kemudian menerima rizki yg ada, merasa cukup ddan ridha dengan pemberian serta karunia Allah SWT.
Kemudian pula banyak memuji Allah atas segala pemberianNya, semua ini tidak akan menghalangi anda untuk mencari-cari sesuatu yg lebih utama, cuma saja jangan hingga merasa cemas dengan harta yg sudah dimilikinya.
Bertambah & berkurangnya harta adalah kekuasaan Allah SWT., kewajiban kita selaku manusia adalah berencana, berbuat, berusaha terus semaksimal mungkin & berdo'a.
Sedangkan hasilnya terimalah dengan keikhlasan yg sebenarnya & merasa ridha bagaimanapun keadaannya & berbahagialah dengan segala karunia serta pemberian Allah SWT.
Dengan begitu, maka anda akan jadi orang kaya kelak. Penyebab utama dari perasaan letih & cemas yg dirasakan kebanyakan orang adalah adanya rasa khawatirakan harta yg sudah dimilikinya serta ambisi harap mencari-cari dunia dengan rakus & sayang buta.
Perasaan cemas, khawatir & rasa takut tidak mendapatkan harta maupun uang yg banyak, seringkali menghantui setiap orang seolah-olah hidup ini hanyalah untuk mendapatkan uang yg banyak. Lebih parah lagi, mereka mencari tambahan keuntungan dengan berbagai cara tanpa memperhatikan halal atau haramnya, selain itu juga tidak memperhatikan hak-hak orang lain & seringkali usahanya melampaui batas sehingga banyak orang yg dirugikan dengan perbuatannya itu.
Perilaku seperti itu dapat jadi sumber penyakit & hidup materialistis yg tidak mengenal takaran kecuali berdasarkan harta.
Akibatnya orang yg terlihat tidak memiliki harta akan ia remehkan & dianggap tidak ada harganya sama sekali dimatanya, meskipun orang itu taat beribadah & memiliki moralitas yg tinggi. Padahal jelas sekali ajaran agama sangat menentang bila kekayaan dijadikan ukuran & timbangan diantara sesama manusia.
Jadi kaya bukanlah segala-galanya, pemilik harta bukan yg paling utama. Jangan hingga pemahaman materialistis menjadikan lupa diri dalam menjalin hubungan sosial, jangan pula kilauan materi menjadikan orang terengah-engah dalam mengejar materi serta jangan hingga bersedih & cemas karena materi yg berakibat jadi lupa bahwa sebenarnyakekayaan ada dalam jiwa sebelum ada dalam materi, meskipun seseorang kaya raya kalau sering dihinggapi sedih, cemas & gelisah tentunya kekayaan itu kuranglah berarti.
Namun, jikalau kekayaan yg dimiliki sebesar apapun dilandasi rasa syukur, ikhlash, ridha & menerima dengan spenuh hati segala karunia yg sudah diberikan Allah SWT., tentunya hidup akan terasa tenang & akhirnya merasa kaya dengan apa yg sudah dimilikinya. Hari ini 13:29