sampah
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 4778
- Sejak
- 13 Agt 2006
- Pesan
- 102
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 16
Dulu aku selalu hidup penuh optimisme aku selalu berfikir positif bahwa apapun yang dilakukan dengan niat baik akan berakhir baik. waktu demi waktu aku jalani dan aku bisa nikmati kisah sukses dan sedikit keberhasilan. yang dulu aku hanya tidur di jembatan penyeberangan citraland berjualan koran aku bisa berhasil mempunyai usaha (toko ) baju. namun itu tidak berlangsung lama, pada saat saudaraku terlilit kasus hukum dia meminta bantuanku, untuk bisa mengurus kasusnya dan dengan sedikit kenalan serta niat baik membantu saudara aku bantu dia dengan perjanjian biaya yang aku keluarkan akan diganti saat dia bebas, janji tinggal janji dia bebas malah aku yang dituduh memakai uang dia tanpa kejelasan. usahaku hancur rumah tanggaku hancur dan aku terjebak.............. aku ingin kembali namun aku sudah tidak punya semangat lagi. aku putus asa dengan kondisiku saat ini yang tidak punya apa- apa bagaimana aku bisa bangkit ? kini aku menyendiri dan hanya bisa mengenang saat saat itu ? saat kebahagiaan dengan anakku yang sebentar lagi akan berulang tahun ke 5, Anakku maafkan Ayah yang tidak bisa memberikanmu masa depan yang cerah, saat kau menjadi juara menari, saat kau juara melukis meski baru tingkat anak anak ayah tidak bisa mendampingi dan memberikanmu hadiah. adakah yang bisa ayah berikan untuk masa depanmu nanti, ayah hanya punya jasad, terbersit dalam benak ayah menjual organ tubuh ayah untuk ayah depositokan dan semua buat masa depanmu, biarlah ayah rela mati demi masa depanmu anakku. Netter yang budiman apakah tindakan yang akan kulakukan ini salah ?
Dalam keterpurukan dan kehancuranku saat ini, aku harusnya masih bersyukur karena ada sosok yang sangat peduli, memperhatikan dan selalu mendorong aku untuk terus bangkit, sosok yang rela mengorbankan apa saja, namun hatiku menjerit kenapa sosokini bukan istriku yang melahirkan anak ku kenapa bukan dia ! tapi orang lain. Tuhan hal apakah lagi yang ingin kau perlihatkan pada Hamba Mu ini, apa karena hambaMu ini telah jauh menyimpang dari jalur telah engkau gariskan, hingga kau beri cobaan yang tiada henti hentinya ini. Aku Berharap Tuhan, ini bukan kutukan Mu, hamba akan terima dengan kelemahan yang hamba miliki. Tuhan............ aku ingin kembali,.......... kembalikan dirihamba yang dulu Tuhan
" ini adalah kenanganku dengan anaku ku dua tahun yang lalu saat pulang kampung"
[/URL][/IMG]
[/URL][/IMG]
Dalam keterpurukan dan kehancuranku saat ini, aku harusnya masih bersyukur karena ada sosok yang sangat peduli, memperhatikan dan selalu mendorong aku untuk terus bangkit, sosok yang rela mengorbankan apa saja, namun hatiku menjerit kenapa sosokini bukan istriku yang melahirkan anak ku kenapa bukan dia ! tapi orang lain. Tuhan hal apakah lagi yang ingin kau perlihatkan pada Hamba Mu ini, apa karena hambaMu ini telah jauh menyimpang dari jalur telah engkau gariskan, hingga kau beri cobaan yang tiada henti hentinya ini. Aku Berharap Tuhan, ini bukan kutukan Mu, hamba akan terima dengan kelemahan yang hamba miliki. Tuhan............ aku ingin kembali,.......... kembalikan dirihamba yang dulu Tuhan" ini adalah kenanganku dengan anaku ku dua tahun yang lalu saat pulang kampung"
its real story ?