• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Belum lama ini saya melihat berita tentang KPU yg mengajukan anggaran 119 trilliun rupiah untuk melangsungkan pemilu 2024. Jumlah 119 trilliun itu sendiri membengkak lebih dari empat kali lipat dibanding anggaran pemilu 2019, jelas berita ini mengundang banyak tanda tanya.

Pemilu jelas butuh banyak biaya. Ada kertas suara, kotak suara, gaji panitia, hingga transportasi yg perlu ditanggung. Mahal, ribet, & banyak kemungkinan curang di dalamnya, kira-kira seperti itulah pesta demokrasi ini.

Tapi, kira-kira bagaimana ya kalau pemilu tidak lagi dilakukan dengan sistem coblos melainkan sistem voting melalui internet? Sekarang kan jaman sudah serba online, dapatkah pemilu juga dilakukan secara online?

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Kira-kira sistemnya begini; Setiap orang harus login ke situs yg sudah dibuat & cara untuk login adalah dengan scan E-KTP serta sidik jari atau wajah. Karena setiap warga negara cuma memiliki satu NIK maka tak akan memungkinkan bagi seseorang untuk memberi suara lebih dari satu kali. Metode pemilu online ini punya banyak kelebihan, tetapi jelas banyak juga kekurangannya.

Mari lihat kelebihannya dulu.

Pertama, ekonomis waktu & biaya. Dengan metode seperti ini maka KPU tak perlu lagi keluar uang menciptakan kotak & kertas suara, KPU juga tak perlu lagi membayar terlalu banyak panitia di seluruh pelosok sehingga anggaran yg dikeluarkan jauh lebih kecil. Untuk para pemilih sendiri, tidak perlu pergi ke TPU karena dapat 'nyoblos' cuma dengan berbaring di tempat tidur. Semua yg dibutuhkan hanyalah koneksi internet & gadget.

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Yang kedua, hasil dapat keluar dengan cepat. Tak perlu perhitungan ulang atau quick account, hasilnya dapat tercatat oleh sistem dengan cepat sehingga saat batas waktu habis KPU tak perlu harus menunggu kotak suara datang dari seluruh provinsi, cukup membuka hasil perhitungan secara online & voila, kita punya presiden baru.

Yang ketiga, seluruh data tercatat sehingga tak mungkin ada manipulasi. Tentunya kita sering mendengar kecurangan-kecurangan yg terjadi setiap kali pemilu, tetapi dengan metode online pihak KPU dapat tahu siapa yg memilih siapa karena datanya akan tercatat lengkap di sana. Jika ada konflik yg meragukan hasil pemilu online tersebut, data dari pemilihan dapat dibeberkan supaya setiap orang di negara ini dapat melihat apakah opsi mereka dimanipulasi atau tidak.

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Lalu apa kerugiannya?

Pertama, ada kemungkinan terjadi hacking. Tentunya bahaya cybercrime akan sering mengintai kalau ada momen-momen akbar seperti ini. Jika ada satu pihak menyewa hacker kelas atas maka hasil dari pemilu ini akan jadi bahan tertawaan. Hal ini dapat dihindari kalau KPU membentuk regu cyberforce untuk melindungi database, tetapi kalau regu cyberforce itu sendiri hingga disuap.

Kedua, mengurangi tanggal merah di kalender. Well, karena cukup dengan beberapa klik saja kita dapat ikut memilih maka tak perlu hingga ada hari libur kan?

Ketiga, server yg belum tentu kuat menanggung beban. Ini satu hal yg sering menciptakan saya kecewa, kualitas server & situs pemerintah sering kali lebih buruk daripada situs buatan mahasiswa pemrograman. I mean, oh ayolah! Aplikasi Peduli Lindungi saja banyak banget masalahnya, gimana situs pemilu?!

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Hal ini tentunya dapat ditanggulangi dengan mengerjakan pemilu bergelombang atau membagi laman situs berdasarkan wilayah, tetapi di sini kita membahas sekitar 200 juta pemilih legal, mungkinkah situs internet sanggup menahan beban sebanyak itu?

Keempat, rawan terjadi 'serangan fajar.' Pemilu mengpakai kotak suara memang bagus, benar-benar menjaga kerahasiaan opsi kita. Sayangnya memilih melalui internet dapat dimanipulasi oleh banyak pihak seperti memaksa seseorang untuk memilih di hadapan orang yg memberikan uang sehingga mereka tak dapat mengelak kalau sudah terima uang. Hal ini mudah diatasi, tahulah penduduk indo itu gimana, hal-hal seperti ini akan viral dengan mudah.

Bagaimana Jika Pemilu Dilakukan Secara Online?


Kelima, tak semua orang melek teknologi. Di suatu tempat di negara ini pasti ada orang yg tidak tahu cara mengpakai smartphone, tidak punya E-KTP, atau tidak memiliki akses internet di daerah mereka. Hal ini dapat diatasi dengan membentuk panitia-panitia kecil yg akan menyediakan akses tersebut bagi mereka yg membutuhkan.

Jadi, apakah ada alasan mengapa pemilu belum dapat digelar secara online? Saya orang awam masalah pemerintahan maupun pemilu jadi kalau ada yg tahu jawabannya tolong tinggalkan komentar di bawah. Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 09:13
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.