• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bagaimana Influencer bersaing di masa Pandemi?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dunia media sosial tidak akan berhenti, begitupun saat pandemi Covid-19 terjadi seperti saat ini. Yang membedakannya adalah pendekatan konten yg terus mengarahkan pada tren kesehatan & kebersihan. Tren yg berubah akan menciptakan kebutuhan influencer yg berubah juga. Bagaimana influencer bertahan dalam persaingan menghasilkan konten berkualitas sehingga tetap relate & dibutuhkan oleh berbagai brand?

Adapt, adapt, adapt!

Influencer, seperti makna harfiahnya, adalah persona yg lebih mudah mempengaruhi keputusan Followers untuk mengpakai suatu brand dibandingkan brand itu sendiri. Dengan beralihnya tren menuju tema Covid-19, banyak Influencer yg menyesuaikan tema konten mereka dengan tren tagar yg berkembang sejak saat pandemi dimulai, seperti #dirumahaja atau #covid19.

Lebih kreatif

Menyesuaikan konten dengan tren belum cukup tanpa kreativitas maksimal untuk diterapkan dalam sebuah konten, baik itu Instagram atau TikTok. Influencers kini harus terus bereksplorasi tentang tipe konten mereka, karena tipe konten yg konsisten tidak menjamin engagement yg berkualitas dengan komunitas mereka, yg jadi parameter sebuah brand memutuskan memilih mereka.

Collaboration

Istilah collab yg awalnya populer di Youtube kini meluas untuk diterapkan di platform media sosial lain, Instagram misalnya. Daya tarik seorang influencer akan bertambah dengan kemunculan persona yg familiar bagi Followers-nya. Jika Anda kini lebih sering melihat influencer kesayangan Anda terlihat bersama persona lain yg Anda kenal, dapat jadi influencer Anda sedang menerapkan kolaborasi antar influencer, yg terbukti menciptakan Anda lebih cepat memutuskan memberi Like pada konten tersebut, dibandingkan biasanya. Kolaborasi dapat cuma dilakukan di Instagram, atau (seperti yg sudah banyak dilakukan) dapat juga dengan mengpakai Instagram sebagai platform yg meng-amplifikasi penyebaran & engagement konten Youtube.

Best deal is the Real Deal

Belum banyak yg tahu di masa Pandemi ini ada juga influencers yg mempertahankan antusiasme brand dengan menurunkan harga deal mereka. Hal ini akan jadi daya tarik tersendiri karena kebutuhan digital activation suatu brand umumnya berbanding lurus dengan budget yg tersedia. Mendapatkan influencer dengan klasifikasi tabiat persona yg tepat, dengan engagement yg baik, ditambah deal yg menguntungkan adalah hal yg dibutuhkan setiap brand.


Hari ini 17:13
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.