Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
WASHINGTON, KAMIS - Badai Matahari yang terjadi bulan Desember 2006 lalu terbukti mengganggu pengukuran global positioning system (GPS). Karena itu, para ahli mengingatkan ancaman yang lebih serius dalam beberapa tahun ke depan terutama mendekati siklus puncak aktivitas Matahari.
"Dampaknya jauh lebih besar dan lebih luas daripada perkiraan kami," ujar Paul M. Kintner, profesor teknik elektro dari Universitas Cornell, AS, yang ikut memantau aktivitas tersebut. Emisi gelombang radio berkekuatan besar yang dipancarkan Matahari telah menyebabkan sejumlah alat penerima GPS berhenti bekerja.
Badai Matahari yang terjadi 5 dan 6 Desember 2006 itu menghasilkan noise atau gangguan radio 10 kali lipat daripada gangguan-gangguan yang terekam sebelumnya. Kintner menggambarkan, perbedaan noise saat badai dan emisi normal dari Matahari seperti perbandingan antara gangguan suara dari konser musik rock dan orang yang bercakap-cakap.
Hasil pemantauan National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan kedua aktivitas badai Matahari itu berasal dari salah satu kluster titik hitam (sunspot) yang cukup besar. Letupan yang terjadi karena aktivitas di permukaan Matahari tersebut menghasilkan radiasi gelombang radio yang menghujani Bumi.
"Pengukuran dengan teleskop radio di NJIT (Institut Teknologi New Jersey) memastikan bahwa saat puncaknya badai membawa emisi radio dari Matahari hingga 20 ribu kali lebih besar daripada kondisi normal. Hal tersebut cukup untuk mematikan seluruh penerima GPS yang berhadapan langsung dengan Matahari," ujar Dale Gary dari NJIT.
Padahal, hampir seluruh industri publik memanfaatkan GPS dari sistem navigasi untuk pesawat, kendaraan darat, dan kapal, serta ponsel, survai pemetaan, dan kebutuhan komersial lainnya. Bahkan, beberapa bunk telah menggunakan GPS untuk sinkronisasi transfer uang. "Jadi, cuaca benar-benar mempengaruhi kehidupan kita, sampai ke dompet sekalipun," ujar ahli cuaca Anthea J. Coster dari Observatorium Haystack di Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Untuk melindungi alat-alat penerima GPS dari efek badai Matahari bukan hal mudah. Namun, ada beberapa kita yang bisa dilakukan untuk melindungi dari kerusakan. Kintner mengungkapkan dua cara yang dapat mengatasinya. Yakni mengganti antena GPS yang dapat menyaring sinyal-sinyal dari Matahari atau mengganti satelit GPS yang dapat memancarkan sinyal lebih kuat. Namun, kedua solusi tersebut sama-sama mahal.
Para peneliti telah memperkirakan bahwa aktivitas Matahari mengalami siklus 11 tahunan dan akan kembali mencapai puncaknya pada tahun 2011. Aktivitas ini telah lama diketahui dapat mempengaruhi kerja satelit, bahkan menghanguskan sistem elektriknya. Namun, seperti halnya gempa, kapan aktivitas tersebut terjadi sampai sekarang belum dapat ditentukan waktunya.
