roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Mengapa gundah datang?
Saat tak terucap kata untuk merontokkan perasaan
Aku terbaring tak berdaya
Lampu putih pun perihkan mata
Gerak lambat yang biru itu
Coklat alas berdebu lusuh
Berantakan kamarku
Tak lebih baik perasaanku
Sudah kukatakan padaku sendiri
Jangan kau usik aku dengan kekuasaan
Sudah kau katakan juga
Yang kau tegakkan mungkin keadilan
Adakah keadilan pada pemegang tongkat komando?
Bila tergelincir sedikit, sandungan kecil mungkin tak berarti bagimu
Kebencian yang timbul
Puluhan puntung rokok memenuhi asap
Keringkan tenggorokan
Berteriak
Walau kau pasti bisu
Sekejam Khmer Merah, tapi kau ragu
Tak akan kutanyakan mengapa
Tak juga berarti jawabanmu
Tak putus asaku hanya karna tindakanmu
Ini hanya salah satu media
Untuk melemparkan kotoran gelisahku
Kau angkuh
Benarkah perbuatan angkuhmu?
Bagaimana bila aku yang angkuh?
Bagaimana bila roda pedati tiba untuk melindasmu?
Bagaimana perasaanmu?
Tahun 2008
Semakin banyak yang tertawa pada ketakberdayaan
Semoga tidak salah satunya kau
Nurani, naluri, otak melompong
Isi
Isikan dengan kata-kataku
Saat tak terucap kata untuk merontokkan perasaan
Aku terbaring tak berdaya
Lampu putih pun perihkan mata
Gerak lambat yang biru itu
Coklat alas berdebu lusuh
Berantakan kamarku
Tak lebih baik perasaanku
Sudah kukatakan padaku sendiri
Jangan kau usik aku dengan kekuasaan
Sudah kau katakan juga
Yang kau tegakkan mungkin keadilan
Adakah keadilan pada pemegang tongkat komando?
Bila tergelincir sedikit, sandungan kecil mungkin tak berarti bagimu
Kebencian yang timbul
Puluhan puntung rokok memenuhi asap
Keringkan tenggorokan
Berteriak
Walau kau pasti bisu
Sekejam Khmer Merah, tapi kau ragu
Tak akan kutanyakan mengapa
Tak juga berarti jawabanmu
Tak putus asaku hanya karna tindakanmu
Ini hanya salah satu media
Untuk melemparkan kotoran gelisahku
Kau angkuh
Benarkah perbuatan angkuhmu?
Bagaimana bila aku yang angkuh?
Bagaimana bila roda pedati tiba untuk melindasmu?
Bagaimana perasaanmu?
Tahun 2008
Semakin banyak yang tertawa pada ketakberdayaan
Semoga tidak salah satunya kau
Nurani, naluri, otak melompong
Isi
Isikan dengan kata-kataku