facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
"Enggak ada luka dalam atau luar kok. Dia cuma shocksaja, tapi kita bawa ke rumah sakit takutnya air danau ketelan," ujar Sutimin (64), rekan Dedy, saat ditemui di lokasi, Senin (25/11/2013).
Sutimin mengatakan, pria asal Jambi tersebut menyeburkan diri lantaran panik saat backhoe yang dioperasikannya kehilangan kendali hingga terjungkal ke depan. Beruntung, Dedy yang bisa berenang itu langsung menyelamatkan diri ke daratan.
Sutimin menjelaskan, terjungkalnya backhoe tipe long itu lantaran Dedy terlalu dalam mengeruk lumpur ke dalam tanah. Ini yang membuat alat pengeruk lumpur itu tertahan di tanah hingga akhirnya kehilangan kendali.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Joko Susetyo mengatakan, penyebab terjungkalnya backhoe itu diduga karena sang operator tak mampu menjaga keseimbangan backhoe saat berada di atas air.
Meski begitu, Joko memastikan Dedy tak mengalami luka dan pengerjaan pengerukan lumpur seluas 20 hektar itu akan terus dilakukan dan ditargetkan selesai pada 15 Desember mendatang.
Saat ini, kata Joko, kedalaman danau tersebut baru mencapai tiga meter. "Target kami sampai 15 Desember kedalaman Danau Sunter bisa bertambah tiga meter lagi," kata Joko.
Saat ini, terang Joko, danau tersebut baru bisa menampung debit air sebanyak 500.000 meter kubik. Dengan pengerukan itu diharapkan Desember nanti Danau Sunter bisa menampung hingga satu juta meter kubik air.
"Pengerjaan normalisasi Danau Sunter dilaksanakan oleh pihak kontraktor. Untuk itu, supaya insiden ini tak menghambat pengerjaan, kita sudah meminta kontraktor segera menggantikan backhoe yang terbalik," tambah Joko.
Setiap harinya, ada 16 ekskavator dan 50 truk yang dioperasikan untuk mengangkut lumpur hasil kerukan. Sampai saat ini, pengerukan telah berjalan sampai 70 persen. Kedalaman danau saat ini sudah 8-10 meter.
