yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Chief Executive Serious, John Fong menjelaskan mayoritas pengguna tablet lebih suka menikmati aplikasi yang diunduh di perangkatnya, terutama media digital baik media koran, tabloid, majalah, atau media elektronik.
"Ada kebiasaan baru bagi pemilik tablet. Mereka lebih aktif mengakses aplikasi di tablet, terutama media digital baik di saat lampu merah, bahkan di toilet sekali pun," kata John saat diskusi di acara Kompas Mobility Report di XXI Lounge Plaza Senayan, Selasa (28/2/2012).
Dengan kecenderungan tersebut, perusahaan penerbit media juga harus membuat media dengan versi digital. Selain itu, juga harus membuat versi digital media yang bisa dilihat dari seluruh platform perangkat, baik mendukung iOS, Android, BlackBerry dan platform lainnya.
Hal itu dilakukan untuk menjangkau jumlah pembaca lebih banyak dibandingkan dengan hanya menyediakan media secara konvensional.
Pasalnya, tren ke depan, pengguna tablet di dunia dan bahkan di Indonesia akan meningkat. Berdasarkan data dari Digitimes, jumlah pengguna tablet di dunia hingga kuartal I-2012 bertambah sebanyak15 juta pengguna. Nilai tersebut naik 77,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara berdasarkan riset dari BI Intelligence, jumlah pengguna tablet secara global diprediksi meningkat menjadi 50 juta pengguna. Bahkan di Indonesia sendiri merupakan jumlah pengguna tablet terbesar keempat di Asia, setelah China, India dan Jepang.
CEO dan Co-Founder 2CreativesMedia, Ari Budiharto Soetjitro menjelaskan penggunaan media digital di perangkat tablet kini sudah seakan menggabungkan media di televisi, radio, website, dan versi media cetak. Dengan demikian, perusahaan media dituntut untuk bisa menciptakan sebuah media digital yang baru dan memberikan interaksi bagi pembacanya.
"Pengguna media versi digital lebih ingin interaksi, terutama dalam hal membaca kontennya," kata Ari.
Interaksi tersebut bisa diwujudkan dengan penambahan fitur panorama pada foto di konten media, sehingga bisa dilihat secara 360 derajat, bisa diperbesar dan diperkecil, bisa dinikmati suaranya baik audio maupun videonya, bahkan bisa dibagikan ke teman melalui situs jejaring sosial media yang dimilikinya.
Dengan kecanggihan fitur yang ada di media digital, penerbit media, perusahaan advertising bahkan perusahaan pengiklan dituntut untuk bisa menyajikan konten media yang lebih interaktif. Hal itu dilakukan agar pembaca media digital tidak hanya membaca konten yang monoton.
Di sisi lain, perusahaan advertising dan perusahaan pengiklan juga bisa memberikan penawaran menikmati tayangan iklan yang lebih variatif bagi pembacanya. Sehingga pembaca tidak disodori lembaran foto iklan semata, tapi lebih ada interaksi dengan fitur-fitur media digital tadi.
"Biasanya pengguna tablet adalah orang yang berduit. Jika kontennya menarik, maka pengguna tersebut akan langsung membeli, termasuk dari sajian iklan yang kita tawarkan di media digital tersebut," jelasnya.