• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Baca d.. >

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. wohoo
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

wohoo

IndoForum Newbie F
No. Urut
26721
Sejak
26 Nov 2007
Pesan
21
Nilai reaksi
1
Poin
3
> Andy, Sahabat Yesus
>
> Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur,
> Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah bebatuan
> dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang
> melaju kencang dan tidak beraturan.
>
> Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir
> sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya
> selama
> ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah
> yang lugu dan beriman tersebut.
>
> "Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"
>
> "Ya, Bapa Pendeta!" Balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati
> Pendeta
> tersebut.
>
> Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata
> kepada bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian. Setiap
> kali
> pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke
> seberang jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang
> ke rumah dengan selamat."
>
> "Terima kasih, Bapa Pendeta."
>
> "Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah
> pulang sekolah?"
>
> "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan... sahabatku."
>
> Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di
> depan
> altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di
> balik
> altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
>
> Andy berkata...
>
> Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku
> tidak mencontek walaupun temanku melakukannya.
>
> Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan
> yang
> bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! Aku tadi
> melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang
> terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar.
>
> Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu
> minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa...
> paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
>
> Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah
> bulan
> ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka
> supaya bisa sekolah lagi. Tolong Tuhan...
>
> Oh ya, Engkau tahu ibu memukulku lagi karena aku nakal. Ini memang
> menyakitkan,
>
> tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya
> seorang Ibu.
>
> Tuhan, Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, di
> sini... di sini... aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi
> Ibuku ya? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan
> biaya
> sekolahku... Itulah mengapa dia memukul kami.
>
> Oh Tuhan... Aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis
> yang
> cantik di kelasku, namanya Anita. Menurut Engkau apakah dia akan
> menyukaiku?
> Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku
> tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah
> sahabatku.
>
> Hei... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu
> saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan
> bagiMu.
> Aku berharap Engkau akan menyukainya.
>
> Ooops aku harus pergi sekarang.
>
> Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta,
> Bapa
> Pendeta, aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku
> menyeberang jalan sekarang!"
>
> Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
> sekalipun.
>
> Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari
> Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang
> murni
> kepada Allah... suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
>
> Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa
> memimpin
> gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada
> 4
> wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala
> sesuatu
> yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang
> menyinggung
> mereka.
>
> Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari
> pesta
> Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan... Aku..."
>
> "Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa???!!!
> keluar...!!!"
>
> Andy begitu terkejut, "Di mana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya
> membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku mampir lewat
> pintu
> belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, ini
> hari ulang tahun-Nya, aku punya hadiah untuk-Nya..."
>
> Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari
> keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
>
> Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah... kamu akan
> mendapatkannya! !!"
>
> Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian
> menyeberangi
> jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja.
>
> Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan
> kencang, sebab di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan.
>
> Andy melindungi hadiah tersebut di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak
> melihat datangnya bus tersebut.
>
> Waktunya hanya sedikit untuk menghindar, tapi itu tidaklah cukup...
>
> Dan...
>
> Andy pun tewas tertabrak. Orang-orang di sekitarnya berlarian dan
> mengelilingi tubuh bocah malang yang tak bernyawa tersebut.
>
> Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan
> wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk
> tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.
>
> Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan, apakah Anda
> keluarga bocah malang ini? Apakah Anda mengenalnya?"
>
> Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu
> dalam
> segera berdiri dan berkata, "Dia adalah sahabatku."
>
> Hanya itulah yang dia katakan.
>
> Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan
> menaruhnya di dadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah
> malang
> tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut
> semakin
> penasaran...
>
> Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan.
> Dia
> berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih
> tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua
> Andy.
>
> "Bagaimana Anda mengetahui putera Anda meninggal?"
>
> "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy
> terisak.
>
> "Apa katanya?"
>
> Ayah Andy berkata, "Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat
> berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas
> meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi
> ada
> suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia
> menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy
> dari
> wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan
> sesuatu..."
>
> "Apa yang dia katakan?"
>
> "Dia berkata kepada puteraku... 'Terima kasih buat kadonya. Aku akan
> segera
> berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.'"
>
> Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian, semuanya itu terasa begitu
> indah. Aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu
> aku menangis karena bahagia... aku tidak dapat menjelaskannya Bapa
> Pendeta,
> tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati
> kami. Aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku... Aku tidak
> dapat
> melukiskan sukacita di dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di
> Surga
> sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta, siapakah Pria ini yang
> selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya
> mengetahui karena Anda selalu berada di sana setiap hari, kecuali pada
> waktu
> puteraku meninggal."
>
> Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan
> lutut
> gemetar dia berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa, kecuali
> dengan Tuhan."
 
menyentuh bgt.... :(( :((

bnr2 cinta kasih yg tulus :(( :((
 
cerita na berkesan banget....kalo di bikin film mungkin lebih bagus lagi...semacam film ftv gitu...

GBU ALL
 
@ts
ciee jo2
tumben2 nan bisa dapet cerita bagus
biasanya blue baf mulu
gg
 
seandainya gw bisa setulus sprti ank kcil tersebut../sob/sob
 
jujur gw dah pernah baca ini dan buat gw menarik sebagai inspirasi ...ataw motivasi iman..

yah sekedar nyumbang...
Segelas Susu Kehidupan.

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin
yang hidup dari menjual asongan dari
pintu ke pintu, menemukan bahwa
dikantongnya hanya tersisa beberapa
sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk
meminta makanan dari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan
keberanian saat seorang wanita muda
membuka pintu rumah. Anak itu tidak
jadi meminta makanan, ia hanya berani
meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan
berpikir bahwa anak lelaki tersebut
pastilah lapar, oleh karena itu ia
membawakan segelas besar susu. Anak
lelaki itu meminumnya dengan lambat,
dan kemudian bertanya, "berapa saya
harus membayar untuk segelas besar
susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu
tidak perlu membayar apapun". "Ibu
kami mengajarkan untuk tidak menerima
bayaran untuk kebaikan" kata wanita
itu menambahkan. Anak lelaki itu
kemudian menghabiskan susunya dan
berkata :" Dari dalam hatiku aku
berterima kasih pada anda."

Sekian tahun kemudian, wanita muda
tersebut mengalami sakit yang sangat
kritis. Para dokter dikota itu sudah
tidak sanggup menanganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota
besar, dimana terdapat dokter
spesialis yang mampu menangani
penyakit langka tersebut. Dr. Howard
Kelly dipanggil untuk melakukan
pemeriksaan. Pada saat ia mendengar
nama kota asal si wanita tersebut,
terbersit seberkas pancaran aneh pada
mata dokter Kelly. Segera ia bangkit
dan bergegas turun melalui hall rumah
sakit, menuju kamar si wanita
tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia
menemui si wanita itu. Ia langsung
mengenali wanita itu pada sekali
pandang. Ia kemudian kembali ke ruang
konsultasi dan memutuskan untuk
melakukan upaya terbaik untuk
menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai
hari itu, Ia selalu memberikan
perhatian khusus pada kasus wanita
itu.

Setelah melalui perjuangan yang
panjang, akhirnya diperoleh
kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan
rumah sakit untuk mengirimkan seluruh
tagihan biaya pengobatan kepadanya
untuk persetujuan.

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan
sesuatu pada pojok atas lembar
tagihan, dan kemudian mengirimkannya
ke kamar pasien. Wanita itu takut
untuk membuka tagihan tersebut, ia
sangat yakin bahwa ia tak akan mampu
membayar tagihan tersebut walaupun
harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk
membaca tagihan tersebut, dan ada
sesuatu yang menarik perhatuannya pada
pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia
membaca tulisan yang berbunyi..
"Telah dibayar lunas dengan segelas
besar susu.." tertanda, DR Howard
Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri
matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima
kasih, bahwa cintamu telah memenuhi
seluruh bumi melalui hati dan tangan
manusia."
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
"Sekarang terserah anda,anda dapat
mengirimkan pesan cinta ini kepada
orang lain, atau abaikannya dan
berpura-pura bahwa kisah ini tidak

menyentuh hati Anda.--"
 
menyentuh banget cerita nya.....Kasih kepada seseorang yang tak mengharapkan imbalan....Jesus mengerti kesulitan kita..GBU
 
wow..
crita yg k 2 nda kalah menarik..
/no1/no1/no1
 
,,,,

huweeee/sob
hmm

sering diceritain yang kaya gini sama romo sekolah,,
tetep aja mengharukan,,

hmm
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.