• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[BA-Article] Tanah yang Baik

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. r3ck0rd
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

r3ck0rd

IndoForum Activist E
No. Urut
35305
Sejak
6 Mar 2008
Pesan
10.527
Nilai reaksi
117
Poin
63
Tadi gw komen di notes seseorang, tentang kemurnian ajaran Kristen, dan lucunya ada yang memakai ayat ini sebagai dasar bahwa agama Kristen yang sekarang adalah agama buatan Paulus:

1 Korintus 6:3
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Setelah gw taruh komennya, kayaknya komennya cocok juga jadi artikel, entah kenapa, gw nulisnya kayak gitu (ga biasanya). ok jadi ini replynya:

Paulus yang menanam, betul. Benih? tentu saja pasti dari Tuhan. Apa benih itu? Semua ajaran Tuhan. Yesus pernah mengumpamakan ajaran Tuhan sebagai benih-benih yang ditebarkan di berbagai macam tanah/media tanam. Lihat Matius 13:1-23, Markus 4:1-20, Lukas 8:4-15.

Benih -> Firman Allah

Yang memberikan benih -> tentu saja Allah.

Yang menabur (Paulus) -> orang yang merintis, pertamakali membawa orang dalam pengenalan akan Yesus, Firman Allah. Contoh lain, ya para misionari. Sebut saja, Ludwig van Nomensen.

Yang menyiram (Apolos) -> orang yang memelihara kehidupan rohani orang. Contoh lain, kalo di gereja-gereja biasanya ada gembala sidang, di wadah remaja/pemudanya ada kakak/bapa rohani.

Yang menumbuhkan -> Tuhan (sudah pasti yaaa). Roh Kudus yang mendorong seseorang bertumbuh dalam kedewasaan rohani.

Tanah -> hati manusia.

Ketika benih itu ditabur di jalan yang keras aka hati yang keras dan orangnya tegar tengkuk/keras kepala, paling masuk kuping kiri keluar kuping kanan. masih mending ada yang masuk, jangan2, masuk kuping kiri mental.

Jika ditabur di bebatuan, "feeling" itu cuma sesaat. Karena tidak punya akar, ketika diterpa berbagai macam pencobaan, langsung goyah, bahkan mungkin ogah jadi Kristen lagi, susah katanya, mending jadi agnostik senang-senang, ya?

Jika ditabur di antara tanaman-tanaman liar, semua macam pengganggu, termasuk nafsu-nafsu yang negatif, tanaman itu tidak akan menghasilkan apa-apa; iman tidak bertumbuh dengan baik.

Tetapi jika ditabur di tanah yang baik dan subur, aka hati yang mau menerima, pasti akan bertumbuh dengan baik.

Guys, kita mau jadi tanah yang mana? Tanah yang baik dan subur, tanah di mana benih-benih yang ditabur akan menghasilkan banyak tuaian, betul?

GBU,
Calvin Limuel
 
Guys, kita mau jadi tanah yang mana? Tanah yang baik dan subur, tanah di mana benih-benih yang ditabur akan menghasilkan banyak tuaian, betul?

Betul \m/

Mau banget donk punya tanah hati yang sangat baik dan subur supaya Firman Allah, benih yang sangat baik itu, dapat bertumbuh dan berbuah lebat... hehehe....

Nah, berarti.. sebelum menerima taburan benih Firman Allah, setiap kita musti mempersiakna dan membajak hati kita dulu supaya tanah kita menjadi tanah yang cocok u/ Firman Tuhan... ^_^
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.