yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Dua varian motor dan merek berbeda melebur menjadi satu komunitas, bukan suatu yang aneh di Tanah Air. Sudah banyak klub motor yang terdiri dari bermacam merek dan jenis bergabung menjadi satu wadah.
Salah satu komunitas yang terdiri dari dua jenis motor dari merek berlainan adalah Byson & Ninja Solidarity (B.I.N.S). Yang satu motor sport tulen, satunya lagi turing sehingga jadi campursari.
Lantaran terdiri dari dua merek dan varian berlainan, klub ini tidak mau disebut sebagai komunitas roda dua yang sedang galau. Tapi ada unsur sejarah yang membuat keduanya menyatu.
Komunitas B.I.N.S terbentuk lantaran ada beberapa pembesut dari klub Yamaha Byson yang berganti tunggangan ke Kawasaki Ninja. Namun karena merasa masih bagian dari komunitas Byson meski sudah berganti motor, akhirnya mereka sepakat mendirikan B.I.N.S.
“Sebagian para penunggang Byson yang sebelumnya bernaung dalam suatu klub, kemudian ganti motornya dengan Kawasaki Ninja, namun tetap ingin selalu berkesinambungan dan membentuk suatu komunitas walaupun dengan varian yang berbeda merk, maka itu terbentuklah komunitas yang disebut dengan B.I.N.S ‘er Holic',” beber Andre, Ketua B.I.N.S.
Latar belakang lain B.I.N.S terbentuk akibat beberapa member yang masuk dalam dua klub lain merasa kurang terwadahi atau terhibur. Sehingga dianggap bukan media untuk mengusir suntuk akibat rutinitas kerja dan keluarga.
“Namun di B.I.N.S inilah, mereka bisa merasakan perbedaan dan menghilangkan rasa stress dan kejenuhan tanpa adanya peraturan-peraturan atau AD/RT yang mengikat seperti halnya di klub,” terangnya.
“Intinya B.I.N.S tempat untuk have fun, melepas rasa letih, ingin bebas berekspresi. Dan yang lebih penting lagi, ada semi koperasi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh para member B.I.N.S itu sendiri,” tambah Andre.
Tak salah jika komunitas ini hanya memiliki satu aturan, yaitu 'No Rules'. Namun tetap menjunjung tinggi norma-norma, seperti komitmen, integritas, tanggung jawab, etika, dan disiplin. “Hal itu ditanamkan dalam hati para member B.I.N.S’erHolic,” lanjutnya.
B.I.N.S lahir dari niatan 8 orang yang biasa nongkrong di Seven Eleven (Sevel) Salemba Jakarta Pusat. Kebetulan, kedelapan pencetus tersebut punya visi dan misi yang sama, yang mengedepankan ‘have fun’ dalam membentuk sebuah komunitas.
Dimana sebuah komunitas tanpa dibatasi aturan-aturan yang terlalu mengikat anggota. Akhirnya B.I.N.S resmi dideklarasikan tanggal 10 November 2012 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Saat ini B.I.N.S telah memiliki 22 anggota dengan pusat kesekretariatan berada di Jl. Mardhani Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Mereka biasa berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Monumen Nasional (Monas) setiap Jumat malam mulai pukul 20.00 WIB.