Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Saya mendapati bahwa hidup ini dengan keseluruhan aspeknya adalah dukkha (penderitaan), 4 aspek yang dialami semua orang (lahir, tua, sakit dan mati = kebenaran absolut... ada yang tidak lahir, tua, sakit dan mati ????) adalah dukkha / penderitaan.
Bahwa saya percaya dukkha/penderitaan itu ada sebab sebabnya.
Jika sebab sebab penderitaan itu dilenyapkan, penderitaan juga akan berakhir.
Jadi saya YAKIN BENAR bahwa AJARAN YANG MENGAJARKAN JALAN/CARA MENUJU LENYAPNYA DUKKHA (PENDERITAAN) ITU ADALAH AJARAN YANG BENAR.
saya berpendapat kebenaran itu sangat banyak...oleh sebab itu sammasambuddha gotama menyebut nya ada 2.
samuti sacca....adalah kebenaran yang hanya terikat oleh waktu...
paramatha sacca....adalah kebenaran yang sesungguhnya...tidak terikat oleh waktu...
kebenaran sempurna...yang menggambarkan kenyataan....
dan inilah kebenaran..
banyak manusia yang suka dengan bentuk-bentuk menyenangkan dan banyak sekali yang TIDAK suka akan bentuk-bentuk kesedihan.
padahal kesenangan dan kesedihan adalah 1 hal yang tidak dapat dipisahkan
jika senang jangan lupa akan kesedihan...inilah paramatha sacca.
kebenaran dan kesalahan adalah 1 hal yang juga tidak dapat dipisahkan seperti sila dan panna.........
jika telah mengetahui yang benar...mengapa musti merangkul yang salah....
orang yang terlepas dari semua belenggu keluar dari perangkap kebenaran dan kesalahan(kemelekatan / keinginan)....mencapai kedamaian tertinggi....ini lah kebahagiaan tertinggi.
dan paramtha sacca.
Benar tentu lawannya salah. Kebenaran ada hanya karena ada yang disebut Kesalahan. Beda benar dan salah mungkin sangat tipis hari-hari ini. Sesuatuyang dulu dianggap benar, banyak yang menjadi kesalahan belakangan ini. Demikian juga sebaliknya.
Kebanaran berhubungan dengan nurani. Nurani adalh pemikiran diri sendiri yang berusaha untuk lepas dari pengaruh orang lain atau pihak manapun. Namun sebaliknya nurani sendiri terbentuk dari pencerapan-pencerapan yang kerap terjadi tanpa disadari oleh individu yang menyuarakan kebenaran.
Kebenaran bagi seseorang belum tentu bisa diterima sebagai kebenaran oleh pihak lain. Klaim atas kebenaran mutlak, menjadi landasan bagi setiap individu atau kelompok untuk berargumentasi.
Banyak yang dulunya masuk ke dalam kebenaran sekarang sudah menjadi kesalahan. Saya ambil contoh dalam kehirupan sehari-hari. Menurut sejarah, dan bahkan tertulis di kitab-kitab suci hampir di semua agama, bahwa perbudakan adalah hal yang biasa. Setiap budak membawa dharmanya sendiri-sendiri. Perbudakan dulu termasuk kebenaran dalam berprilaku. Lajim dan biasa bagi orang-orang dengan derajat yang diyakini lebih tinggi. Sekarang perbudakan adalah sebuah kesalahan maha besar yang menjadi bagian dari lembar hitam sejarah manusia. begitu juga dengan rokok, dulu dipandang sebagai obat, sekarang menjadi racun.
Kebenaran abadi sifatnya sangat pribadi. Itulah salah satu penyebab ada aliran seperti 'Theravada' yang mengusahakan kebenaran bagi diri sendiri. Karena menyadari sebuah esensi dasar bahwa kebanaran memang sifatnya pribadi. Dengan pencarian sendiri, satu persatu jiwa-jiwa lapar dikenyangkan. Satu persatu jiwa sesat, dicerahkan.
Kita semua disini masih mencari-cari kebenaran yang paling ideal untuk keyakinan kita.