• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ayo, Sudah Waktunya Melepas Dollar AS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
bunk Indonesia (BI) mengatakan, penguatan rupiah yang terjadi hampir sepekan ini dominan disebabkan banyaknya pihak yang melepas dollar AS. Oleh karena itulah, BI mengajak pihak yang masih memegang dollar AS melepaskan mata uang Amerika Serikat (AS) itu sehingga penguatan rupiah terus terjadi. "Kita hanya bantu dorong sedikit saja. Jadi memang banyak orang cut loss dollar. Jadi yang pada masih pegang dollar, baik individu maupun korporasi, sebaiknya dijual dollarnya!" ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Selama ini, kata dia, banyak orang yang merasa ragu dengan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2016 sebesar 13.900. Mirza mengatakan, hal itu diakibatkan karena tekanan ekonomi saat itu.

Namun, kata dia, seharusnya bila melihat situasi saat ini, pihak-pihak yang meragukan asumsi rupiah itu bisa lebih yakin. "Saya tegaskan 13.900 itu asumsi dalam APBN 2016," katanya.

Menurut hemat Mirza, kurs rupiah terhadap dollar AS terbilang masih sangat kompetitif untuk mendorong ekspor manufaktur dan pengendalian inflasi. Pasalnya, kenaikan harga dari barang impor akan bertahap.

Catatan Mirza menunjukkan, inflasi sampai dengan akhir tahun mencapai 4,3 persen. Sementara defisit pada akhir tahun ada di angka dua persen. "Ini sangat sehat," katanya.

Menjawab pertanyaan apakah volatilitas rupiah yang tajam tak bermasalah, Mirza menjawab, "Tidak."

Alasannya, saat pelemahan rupiah beberapa waktu lalu, importir juga sudah sangat tertekan. Dengan penguatan rupiah saat ini, tekanan terhadap importir akan berkurang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.