Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Tadi pagi saya mampir pasar untuk membeli pakan ikan, & tanpa sengaja berjumpa ayam warna-warni. Hewan yg dulu sering saya beli sepulang sekolah, karena memang ada yg jual depan pagar.
Meskipun lucu, ayam warna-warni sebenarnya memiliki cerita hidup yg patut dikasihani. Ayam ini merupakan limbah industri unggas dari peternakan ayam petelur yg tidak diharapkan karena memiliki tipe kelamin jantan. Sehingga, ayam ini dijual dengan harga sangat murah ke pengepul untuk dijual kembali dalam bentuk ayam warna-warni, atau dijadikan pakan ikan, khususnya untuk ikan lele.
Seperti anak ayam pada umumnya, ayam warna-warni memiliki bulu berwarna kuning muda. Kemudian penjual menyemprotkan pewarna sehingga menciptakannya memiliki tampilan yg menarik, khususnya bagi anak-anak yg jadi target pasarnya.
Sayangnya, banyak yg tidak sadar bahwa pewarna yg dipakai pada ayam warna-warni mengpakai bahan pewarna kimia berbahaya. Berbeda dengan pewarna makanan yg mudah luntur, warna pada ayam ini dapat bertahan selama sebulan lebih. Bahan pewarna yg dipakai pun tidak jelas asal-usulnya, yg jelas beberapa penjual mengpakai pewarna tekstil yg dapat terserap ke tubuh ayam & mengendap. Jika ayam warna-warni ini dipelihara hingga dewasa, kemudian di sembelih, maka ada resiko zat kimia tersebut masuk ke dalam tubuh & merusak organ karena sifatnya yg toksik.
Meskipun lucu, kalau harap memelihara ayam dari lebih baik memilih anak ayam tanpa pewarna atau ayam kampung sekalian.