paskah2104
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 10452
- Sejak
- 16 Jan 2007
- Pesan
- 326
- Nilai reaksi
- 3
- Poin
- 18
Maaf kalo repost :
Dudu, seorang sales makanan, melajukan mobilnya dengan cepat menuju peternakan Didu , langganannya.
Bukan kepalang kagetnya Dudu melihat ada seekor ayam berkaki tiga berlari sejajar dengan mobilnya.
Ditambah kecepatan mobilnya menjadi 70km, ehhh... malah ni ayam berlari makin cepat menembus kecepatan 80..90..100km dan akhirnya menghilang dalam pandangan.
Setelah sampai di peternakan, dengan tergesa gesa Dudu mencari Didu dan menanyakan soal ayam berkaki tiga tersebut.
Didu: Yah, itu ayam kami. Saya menciptakannya.
Dudu: Hueebat hebat... tapi kok ngapain nyiptain ayam kaki 3?
Didu: begini.... kau kan tau saya tinggal dengan ibu dan adik saya. Kami ini penggila kaki ayam jadi supaya makannya kebagian semua, saya memotong 2 ayam. Ternyata cara ini tidak efisien karena banyak daging lebih yang terbuang. Akhirnya saya mengembangbiakkan ayam kaki 3 ini.
Dudu: Terus gimana rasanya ayam kaki 3 ini?
Didu (sambil menggelengkan kepala) : Maaf... sampai sekarang kami belum berhasil menangkapnya
================================================== =======================
Aliong mendatangi sebuah rumah makan dipedesaan untuk menawarkan dagangannya.
Di halaman rumah makan "Cafe Ahong" terlihatlah seekor ayam dengan satu kaki terbuat dari kayu dan ekornya dari tali rapia.
Setelah menawarkan dagangannya, akhirnya Aliong pun tidak tahan dan menanyai si Ahong
Aliong: Pa, bisakah anda menceritakan mengapa ayam bapa punya satu kaki kayu dan ekor tali rapia?
Ahong: wah tidak kusangka bapa memperhatikannya. Ayamku ini hebat pa... paling hebat. Waktu saya ketiduran di gudang makanan, tiba-tiba gudang saya terbakar.
Ayam ini pa, menghancurkan kandangnya dengan patukannya, menerobos si api merah dan kemudian mematuki kepala saya biar saya bangun dan kemudian membimbing saya keluar dari gudang neraka itu sehingga saya selamat.
Aliong: Wah wah... hebat juga. Tapi itu tidak menjawab kenapa ayam bapa berkaki kayu dan berekor tali rapia.
Ahong: Yaaah.. coba bayangkan pa... ayam sehebat ini kan sayang kalo harus dimakan langsung, tentunya harus dimakan sedikit demi sedikit.
Kalau puas silahkan gerepenya
Dudu, seorang sales makanan, melajukan mobilnya dengan cepat menuju peternakan Didu , langganannya.
Bukan kepalang kagetnya Dudu melihat ada seekor ayam berkaki tiga berlari sejajar dengan mobilnya.
Ditambah kecepatan mobilnya menjadi 70km, ehhh... malah ni ayam berlari makin cepat menembus kecepatan 80..90..100km dan akhirnya menghilang dalam pandangan.
Setelah sampai di peternakan, dengan tergesa gesa Dudu mencari Didu dan menanyakan soal ayam berkaki tiga tersebut.
Didu: Yah, itu ayam kami. Saya menciptakannya.
Dudu: Hueebat hebat... tapi kok ngapain nyiptain ayam kaki 3?
Didu: begini.... kau kan tau saya tinggal dengan ibu dan adik saya. Kami ini penggila kaki ayam jadi supaya makannya kebagian semua, saya memotong 2 ayam. Ternyata cara ini tidak efisien karena banyak daging lebih yang terbuang. Akhirnya saya mengembangbiakkan ayam kaki 3 ini.
Dudu: Terus gimana rasanya ayam kaki 3 ini?
Didu (sambil menggelengkan kepala) : Maaf... sampai sekarang kami belum berhasil menangkapnya
================================================== =======================
Aliong mendatangi sebuah rumah makan dipedesaan untuk menawarkan dagangannya.
Di halaman rumah makan "Cafe Ahong" terlihatlah seekor ayam dengan satu kaki terbuat dari kayu dan ekornya dari tali rapia.
Setelah menawarkan dagangannya, akhirnya Aliong pun tidak tahan dan menanyai si Ahong
Aliong: Pa, bisakah anda menceritakan mengapa ayam bapa punya satu kaki kayu dan ekor tali rapia?
Ahong: wah tidak kusangka bapa memperhatikannya. Ayamku ini hebat pa... paling hebat. Waktu saya ketiduran di gudang makanan, tiba-tiba gudang saya terbakar.
Ayam ini pa, menghancurkan kandangnya dengan patukannya, menerobos si api merah dan kemudian mematuki kepala saya biar saya bangun dan kemudian membimbing saya keluar dari gudang neraka itu sehingga saya selamat.
Aliong: Wah wah... hebat juga. Tapi itu tidak menjawab kenapa ayam bapa berkaki kayu dan berekor tali rapia.
Ahong: Yaaah.. coba bayangkan pa... ayam sehebat ini kan sayang kalo harus dimakan langsung, tentunya harus dimakan sedikit demi sedikit.
Kalau puas silahkan gerepenya