• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Awas, Polisi Gadungan 'Razia' Pembeli CD Bajakan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. sone
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

sone

IndoForum Junior A
No. Urut
354
Sejak
8 Apr 2006
Pesan
3.404
Nilai reaksi
155
Poin
63
Rabu , 13/12/2006 13:47 WIB
Wicaksono Hidayat - detikInet

Penjual CD Bajakan (dbu/inet)Jakarta, Hati-hati jika belanja CD bajakan di Mangga Dua dan sekitarnya. Sebuah kelompok kriminal yang berpura-pura menjadi polisi gemar melakukan 'razia CD bajakan' dengan motif pemerasan. Gawat!

Aksi kelompok tersebut dialami seorang pembaca detikINET bernama Rian Rahardi, seperti dituturkannya kepada detikINET Rabu (13/12/2006). Ia mengalami kejadian itu Minggu, 10 Desember 2006.

Rian ketika itu membeli beberapa keping cakram digital untuk program desain grafis. Sekitar pukul 13.30 WIB ia pulang mengendarai kereta rel listrik dari Stasiun Pangeran Jayakarta.

Saat berada di kereta itu ia mulai mengalami kejadian naas, seorang pria bertubuh besar yang duduk di sampingnya tiba-tiba menanyakan CD yang baru ia beli. "Lalu dia meminta saya untuk mengeluarkan CD tersebut. Lalu saya berikan dan dia bilang dia adalah polisi yang sedang merazia CD bajakan," tutur Rian.

Pria tersebut kemudian disusul oleh pria lain yang ikut mengintimidasi Rian, nyali Rian pun ciut menghadapi laki-laki bertubuh besar yang mengaku sebagai polisi. Ia bahkan tak berani menanyakan identitas mereka.

Di stasiun Gondangdia Rian diminta turun bersama kedua pria tersebut untuk membuat pernyataan di kantor polisi. Kemudian seorang lagi menyusul mereka. "Anehnya saat keluar stasiun saya dimintai karcis oleh petugas, tetapi oknum-oknum tersebut dibiarkan lewat saja. Ini membuktikan kalau petugas-petugas tesebut sudah kenal dengan oknum-oknum itu. Sampai di luar stasiun tiba-tiba mereka menyetop taksi," Rian menuturkan.

Diperas

Malang memang nasib pemuda asal Depok tersebut, dalam Taksi itu ketiga oknum mengintimidasinya dan meminta agar Rian menyerahkan 'uang perkara' sebesar Rp 5 juta. Salah satu dari mereka kemudian meminta kartu Anjungan Tunai mandilu (ATM) yang dimiliki Rian, lengkap dengan nomor PIN-nya. "Saat itu saya sedang membawa kartu ATM bunk permen mata dan lagi saya baru ingat saat itu saldonya 3 kali lebih banyak dari yang mereka minta," sesal Rian.

Namun para pelaku tidak mengambil uangnya dari ATM permen mata, melainkan dari ATM bin di Gedung bin di daerah Rawamangun. Rian menduga mereka mencari lokasi ATM yang relatif jarang dikunjungi orang. "Saya di dalam taksi dijaga oleh dua orang dan satu orang ke ATM. Saya berpikir saat itu habis lah semua tabungan saya. Dan saya terus berdoa agar tidak dilukai oleh mereka," Rian melanjutkan.

Salah satu anggota kelompok itu juga meminta Rian menggunakan kartu kreditnya untuk membeli ponsel, namun hal itu ditolak oleh anggota komplotan yang lainnya. Namun, ponsel CDMA milik Rian dan uang di dompetnya (sekitar Rp 300 ribu) digasak juga oleh komplotan tersebut.

Pemuda yang bekerja di sebuah institusi keuangan itu pun akhirnya hanya disisakan Rp 10.000 untuk pulang. Ia ditinggalkan komplotan itu di area perempatan Jl Pramuka, Jakarta Timur.

Hikmah

Setelah kejadian itu Rian masih sempat mengunjungi ATM permen mata untuk melihat sisa saldonya. "Alhamdulillah ternyata mereka hanya bisa mengambil sekitar Rp 9 jutaan karena sebelumnya saya di Mangga Dua sudah menarik Rp 900 ribuan, karena limit kartu saya satau hari cuma bisa menarik Rp 10 juta," ujarnya.

Mengambil hikmah dari kejadian ini, Rian pun membuat e-mail yang menceritakan kejadian ini secara rinci. E-mail tersebut ia sebarkan ke berbagai mailing list dengan harapan kejadian itu tak akan terulang lagi.

Tak lupa Rian pun berbagi tips mengenai hal ini. "Karena itu saya sarankan, jika anda berpergian jangan pernah sendirian minimal ajak teman 1 orang. Bawalah duit secukupnya. Jika harus membawa kartu ATM, bawalah yang saldonya minim. Jika keluar dari mall (bila naik kendaraan umum) awasi sekitar kita, apakah ada yang mencurigakan. Segera ke arah pos penjagaan jika memang merasa dibuntuti," ia menambahkan. (wsh/wsh)

NB:
Mungkin saja bajakan sudah terlalu membudaya di indonesia yah? penulis artikel bahkan "lupa" untuk menyarankan agar "jangan membeli cd bajakan" di bagian "hikmah"..
 
Mungkin saja bajakan sudah terlalu membudaya di indonesia yah? penulis artikel bahkan "lupa" untuk menyarankan agar "jangan membeli cd bajakan" di bagian "hikmah"..
tanda2 bajakan udah jadi hal yang biasa :D :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.