• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Awas! Obat Asma Picu Bunuh Diri Pasien

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. askom
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

askom

IndoForum Beginner B
No. Urut
180915
Sejak
29 Agt 2012
Pesan
956
Nilai reaksi
0
Poin
16
enali_Penyakit_Asma_Pada_Anak1-6042641202795593333_jpg.png


SYDNEY - Terapi pengobatan asma yang digunakan sekitar 20 ribu warga Australia diduga mampu memicu pikiran remaja dan anak-anak untuk bunuh diri. Itu sebabnya dokter diminta untuk membuat resep dengan hati-hati kepada pasien asma.

Badan Pengawas Obat-obatan Australia mengungkapkan, temuan ini terkait adanya 58 laporan kejadian yang mengancam kejiwaan anak-anak dan remaja yang sedang diobati dengan Singulair produksi Merck, antara Januari 2000 hingga Januari 2013.

"Ini termasuk lima laporan dari keinginan bunuh diri, lima laporan depresi dan delapan laporan agitasi," ujar sumber Therapeutic Goods Administration (TGA) seperti dilansir News, Senin (8/4).

Selama ini laporan tersebut dikesampingkan karena TGA sendiri mengaku sulit menetapkan diagnosis psikiatri pada anak-anak.

Peringatan pengawas obat-obatan termasuk dalam terapi obat terbaru atas keamanan konsumsi obat ini, juga melaporkan efek samping lain berupa mimpi buruk, suasana hati berubah dan insomnia terhadap obat. "" Dalam banyak kasus, beberapa pasien mengalami reaksi neuropsikiatri,""lanjutnya.

""Tenaga kesehatan profesional harus menyadari potensi efek samping dan menyarankan pasien dan orang tua untuk mencari nasihat medis," timpalnya.

Profesor Adam Jaffe, seorang ahli terapi asma mengatakan Singulair lebih sering digunakan untuk mengobati anak-anak daripada orang dewasa dan sangat efektif dalam sebagian besar kasus.

""Dalam minoritas kecil kita melihat efek samping perilaku seperti mimpi buruk dan hiperaktif dan anak-anak, maka kita harus menghentikannya,"" katanya.

Obat produksi raksasa farmasi Merck ini dalam catatan peringatannya mencantumkan adanya kemungkinan efek samping, termasuk keinginan bunuh diri, depresi, agitasi, perilaku agresif, halusinasi, insomnia, dan tremor somnambulism,

Singulair merupakan salah satu obat produksi Merck dengan penjualan tertinggi di sekitar USD 5 miliar atau Rp 48 triliun di seluruh dunia sampai tahun lalu ketika paten berakhir di Amerika Serikat


KLIK --> info selengkapnya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.