• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Awas! Jajanan Anak Sekolah Tercemar E-Col

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. feigun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

feigun

IndoForum Beginner C
No. Urut
16115
Sejak
25 Mei 2007
Pesan
738
Nilai reaksi
73
Poin
28
Rabu, 24 Juni 2009 | 17:13 WIB

Jakarta, Kompas.com - Sebagian besar jajanan anak sekolah di Jakarta Barat tercemar bakteri E-Coli, bahkan berapa mengandung bahan kimia berbahaya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat pada Juni ini menujukkan, dari 92 sampel jajanan sekolah yang diteliti, 46 persen mengandung bakteri escherichia coli atau E-Coli. Uji zat pewarna terhadap 63 sampel memperlihatkan, 51 persen mengandung zat pewarna sintetis, bahkan ada tiga sampel yang menggunakan rhodamin B, zat pewarna yang tidak diizinkan untuk makanan. Zat pewarna ini biasanya digunakan untuk pewarnaan textil.

Sementara hasil uji untuk penggunaan bahan pengawet menunjukkan, dari 63 sampel yang diuji, 11 persen menggunakan pengawet yang dilarang untuk makanan: rinciannya tiga sampel mengandung formalin dan empat sampel menggunakan salisilat.

"Hasil penelitian ini kami umumkan agar masyarakat menjadi lebih waspada," kata Yenuarti Suaizi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Rabu (24/6).

Menurut Yenuarti, bakteri E-Coli ditemukan di jajanan berbentuk minuman seperti es sirup dan minuman sejeni. Zat pewarna terdapat pada makanan kecil seperti ciki atau makanan berwarna terang lain. Sementara pengawet ditemukan pada makanan jenis bakso atau sosis.

Jajanan bisa tercemar bakteri antara lain karena proses pengolahan yang tidak hygienis, tempat penyajian yang terkontaminasi serangga dan debu, serta perilaku penjaja yang kurang memperhatikan kebersihan, seperti mengambil makanan menggunakan tangan, melayani pembeli sambil berbicara.

Makanan yang tercemar bakteri E-Coli bisa menyebabkan diare. Sementara, zat pewarna bersifat karsinogenik dan dalam jangka panjang dapat memicu penyakit kanker, demikian juga dengan penggunaan bahan pengawet seperti formalin.

Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan, mengimbau para orang tua yang mempunyai anak usia sekolah agar mengawasi anaknya. "Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah, karena selain terjamin kebersihannya, makanan dari rumah juga terjamin kesehatanya," kata Djoko.

--------------

Ati2x klo jajann di jalanan bang... /omg
 
Emank sekarank para pedagank maen jual saja tanpa mengerti yang mereka jual berbahay atau tidak..................../hmm/hmm/hmm
 
sabar om geno... emang parah tuh pedagang /an /an /an
 
wow untung gua gak di jakarta tapi jakarta selatan /gg
 
semua cara bagi mereka ada Benar dan nga ada Buruknya.
 
Yah namanya rakyat udah miskin, segala cara akan dilakukan untuk mencukupi kebutuhanya, walaupun dia harus melanggar aturan2 yang ada :D:D

Inilah realitas kehidupan /no1
 
Buat para orang tua, sebaiknya menyiapkan bekal untuk anaknya, agar sang anak ga jajan sembarangan /no1
 
memang udha banyak nih kasus ginian
 
gw sih gak jajan pinggir jalan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.