roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Kamis, 20 November 2008 | 16:12 WIB
PONTIANAK, KAMIS- Sebanyak 74 remaja di Kalimantan Barat positif mengidap virus HIV. Sebanyak 23 yang lainnya bahkan sudah terinfeksi AIDS.
"Ini menunjukkan bahwa harus ada penanganan serius terhadap HIV/AIDS, karena jumlah yang belum terungkap juga masih banyak lagi," kata aktivis LSM Global Fund AIDS, Tubercolosis, dan Malaria Kalbar, Rizal Ardiansyah di Pontianak, Kamis (20/11).
Menurut dia, sejak ditemukan 1993 lalu hingga Oktober 2008, jumlah warga Kalbar yang positif terinfeksi HIV mencapai 1.606 orang dan AIDS 915 orang.
Sebanyak 244 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Kehadiran Voluntary Counselling and Testing (VCT) sangat membantu membongkar fenomena gunung es HIV/AIDS di Kalbar," kata Rizal.
Kota Pontianak memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak, yaitu 732 orang HIV positif dan 548 orang AIDS dengan 99 orang meninggal dunia. Sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki jumlah pengidap terendah, yaitu hanya 13 orang yang terdeteksi HIV positif, dan tujuh orang meninggal dunia akibat virus mematikan itu.
Untuk mengungkap kasus HIV/AIDS di Kalbar, lanjut Rizal, pihaknya membentuk Voluntary Counselling and Testing di sejumlah kabupaten dan kota. Pihaknya juga telah membentuk VCT mobile.
"Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan, kami operasikan VCT mobile. Gerakan ini sudah menunjukan hasil dan masyarakat mulai sadar untuk memeriksakan dirinya," paparnya.
Rizal juga menerangkan, orang yang melakukan hubungan seksual berisiko, pernah menerima transfusi darah, pengguna narkoba suntik, atau yang mengalami infeksi seksual berulang, sebaiknya melakukan VCT.
Hingga 2008, Kalbar memiliki sembilan VCT yang terletak di rumah sakit, di antaranya Klinik Melati di RSUD Soedarso dan Klinik Lazarus di RSU St Antonius.
Selain itu, VCT juga dibentuk dengan berbasis kelompok masyarakat, seperti Puskesmas Pemangkat di Kabupaten Sambas. Bahkan sekarang ini sudah tersedia VCT mobile.
PONTIANAK, KAMIS- Sebanyak 74 remaja di Kalimantan Barat positif mengidap virus HIV. Sebanyak 23 yang lainnya bahkan sudah terinfeksi AIDS.
"Ini menunjukkan bahwa harus ada penanganan serius terhadap HIV/AIDS, karena jumlah yang belum terungkap juga masih banyak lagi," kata aktivis LSM Global Fund AIDS, Tubercolosis, dan Malaria Kalbar, Rizal Ardiansyah di Pontianak, Kamis (20/11).
Menurut dia, sejak ditemukan 1993 lalu hingga Oktober 2008, jumlah warga Kalbar yang positif terinfeksi HIV mencapai 1.606 orang dan AIDS 915 orang.
Sebanyak 244 orang diantaranya telah meninggal dunia. "Kehadiran Voluntary Counselling and Testing (VCT) sangat membantu membongkar fenomena gunung es HIV/AIDS di Kalbar," kata Rizal.
Kota Pontianak memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak, yaitu 732 orang HIV positif dan 548 orang AIDS dengan 99 orang meninggal dunia. Sedangkan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki jumlah pengidap terendah, yaitu hanya 13 orang yang terdeteksi HIV positif, dan tujuh orang meninggal dunia akibat virus mematikan itu.
Untuk mengungkap kasus HIV/AIDS di Kalbar, lanjut Rizal, pihaknya membentuk Voluntary Counselling and Testing di sejumlah kabupaten dan kota. Pihaknya juga telah membentuk VCT mobile.
"Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan, kami operasikan VCT mobile. Gerakan ini sudah menunjukan hasil dan masyarakat mulai sadar untuk memeriksakan dirinya," paparnya.
Rizal juga menerangkan, orang yang melakukan hubungan seksual berisiko, pernah menerima transfusi darah, pengguna narkoba suntik, atau yang mengalami infeksi seksual berulang, sebaiknya melakukan VCT.
Hingga 2008, Kalbar memiliki sembilan VCT yang terletak di rumah sakit, di antaranya Klinik Melati di RSUD Soedarso dan Klinik Lazarus di RSU St Antonius.
Selain itu, VCT juga dibentuk dengan berbasis kelompok masyarakat, seperti Puskesmas Pemangkat di Kabupaten Sambas. Bahkan sekarang ini sudah tersedia VCT mobile.