• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Awas! Data dalam Ponsel Anda Diambil Twitter

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ulah media jejaring sosial akhir-akhir ini terkesan aneh-aneh. Yahoo, misalnya, setiap kita membaca informasi atau berita dari halaman mereka, langsung mereka laporkan ke wall facebook. Kadang-kadang orang suka membaca berita yang agak nyeleneh, tanpa diminta langsung dimunculkan Yahoo di wall yang bersangkutan. Bisa dibayangkan, si pembaca akan ditertawai oleh teman-temannya di facebook.

Jumat (17/2) lalu, berita yang dilansir Beritasatudotcom sungguh membuat heboh para pengguna twitter. Berita yang berjudul “Twitter akui diam-diam ambil data ponsel pengguna” mengungkapkan bahwa pengelola twitter mengakui telah mengambil data pribadi yang tersimpan didalam ponsel pengguna, seperti daftar kontak, nomor telepon dan alamat e-mail.

Kapan mereka mengambil data dari ponsel pengguna? Data itu mereka ambil ketika kita mengunduh aplikasi twitter. Saat kita meng-klik find friends maka setik itu juga twitter mulai merekam semua data para pengguna twitter di server mereka. Hebatnya lagi, mereka juga merekam seluruh kegiatan browsing pengguna, IP address, situs yang dikunjungi, operator seluler, sampai kata kunci pencarian.

Dari pengungkapan ini makin jelas bahwa dunia maya itu bukan dunia bayang-bayang yang tak terlihat. Masih banyak orang yang berasumsi bahwa yang dilakukannya di dunia maya seolah-olah tidak terdeteksi oleh orang lain. Sering kita baca status/komentar facebook atau tweets yang sangat kasar, kadangkala membuat pembacanya sakit hati.

Memang, si penulis status menggunakan pseudo name atau nama palsu dengan harapan bahwa dia tidak pernah diketahui oleh orang lain. Masalahnya, orang malas mencari siapa dia, sehingga yang bersangkutan menganggap dia tak mungkin ditemukan. Ulahnya di dunia maya makin menjadi-jadi, sampai akhirnya orang lain kehilangan kesabaran. Maka terbukalah sejumlah pemilik akun pseudo name di twitter maupun di facebook.

Sesungguhnya, perjalanan kita di dunia maya selalu meninggalkan jejak kemana kita pernah melangkah. Jejak itu terekam dengan jelas, baik berbentuk IP address maupun situs-situs yang pernah dikunjungi. Meskipun di laptop atau PC yang kita gunakan sudah menghapus history-nya, tetapi di server media jejaring sosial atau situs yang kita kunjungi, jejak itu tetap terekam.

Twitter sudah menyampaikan dengan jelas bahwa mereka merekam seluruh kegiatan browsing pengguna, lalu apa lagi yang mau kita rahasiakan? Kalau mereka ingin nakal, mereka dapat saja membuka kepada publik tentang situs yang sering dikunjungi seorang pengguna. Bisa saja mereka ungkapkan apa yang dilakukan penggunanya setiap hari. Jangan-jangan suatu saat mereka akan keluarkan buku putih dan buku hitam para pengguna media jejaring sosial.

Jika situs yang dikunjungi tergolong situs sehat (baik), mungkin tidak jadi masalah. Kita persilahkan mereka membukanya kepada publik. Bagaimana jika situs yang dikunjungi seorang pengguna tergolong situs tidak sehat (situs jorok), bukankah sama dengan dipermalukan? Bisa rusak reputasi seseorang.

Oleh karena itu, mari kita dukung internet sehat, internet untuk kebaikan, internet untuk persahabatan, dan internet untuk kemudahan. Jalan ke arah yang positif terbuka luas meskipun kita berada ditengah panorama negatif. Semua terpulang kepada pribadi masing-masing, karena di dunia maya sangat banyak dijajakan sesuatu yang negatif, disamping banyak pula yang positif.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.