XiaoYanZi
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 144616
- Sejak
- 14 Jul 2011
- Pesan
- 1.118
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
VIVAnews - Modus aksi kejahatan Abdul Aziz (41) terbilang baru. Hanya berbekal duit Rp50 ribu, untuk membuat stiker call center, dia mampu membobol uang milik nasabah bro.
Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu ditangkap saat hendak membobol ATM milik Komang Triasa di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali. Korban yang kartu ATM miliknya tertelan mesin, sempat menghubungi pelaku di nomor layanin call center yang tertera di dinding ruang ATM.
Merasa yakin itu petugas resmi di call center bro, Komang tidak curiga sedikitpun ketika diminta memberikan nomor PIN-nya. Beruntung, di situ ada Komang Yudi, seorang teknisi CCTV, yang mendengar percakapan itu. Dia memperingatkan korban agar tidak sembarangan memberikan PIN.
Benar saja. Belakangan diketahui, nomor telepon call center itu palsu. Dan korbannya ternyata bukan cuma satu orang. Berdasarkan rekaman CCTV, diketahui beberapa nasabah melaporkan kartu ATM mereka juga telah dibobol. Ciri-ciri pelaku sama, yakni mengenakan helm dan jaket.
Komang Yudi pun menjebak pelaku. Dia minta Komang Triasa untuk meminta Aziz datang ke ATM itu. Begitu Aziz datang hendak mengambil kartu ATM korban yang tertelan, ia langsung diringkus dan diserahkan ke Polsek Denpasar Barat.
"Dari pengakuannya, pelaku telah beraksi di sejumlah lokasi di wilayah Denpasar dan Kuta," kata Kapolsek Denpasar Barat Komisaris Pol. Dewa Made Adnyana.
Dari pengakuan Aziz, dia mengaku memasang stiker call center palsu itu. Jika ada kartu ATM yang tertelan, pemiliknya otomatis akan menghubungi nomor palsu itu. Setelah korban menyebutkan nomor PIN-nya, Aziz langsung mendatangi lokasi ATM.
Untuk mengambil kartu ATM yang tertelan, Aziz cukup menggunakan kunci T dan plastik yang telah dikemas sedemikian rupa. "Saya belajar dari teman. Modalnya hanya Rp50 ribu untuk mencetak stiker call center beberapa bunk nasional. Biasanya, lokasinya dipilih yang terpencil," dia mengaku.
Menurut Aziz, dari pengalamannya membobol ATM bunk-bunk nasional dengan modus ini, bro yang paling gampang dia kerjai.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Diduga, Aziz telah beraksi di sejumlah lokasi dengan nilai pembobolan cukup besar. Dia kini terancam hukuman penjara hingga 5 tahun.
Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu ditangkap saat hendak membobol ATM milik Komang Triasa di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali. Korban yang kartu ATM miliknya tertelan mesin, sempat menghubungi pelaku di nomor layanin call center yang tertera di dinding ruang ATM.
Merasa yakin itu petugas resmi di call center bro, Komang tidak curiga sedikitpun ketika diminta memberikan nomor PIN-nya. Beruntung, di situ ada Komang Yudi, seorang teknisi CCTV, yang mendengar percakapan itu. Dia memperingatkan korban agar tidak sembarangan memberikan PIN.
Benar saja. Belakangan diketahui, nomor telepon call center itu palsu. Dan korbannya ternyata bukan cuma satu orang. Berdasarkan rekaman CCTV, diketahui beberapa nasabah melaporkan kartu ATM mereka juga telah dibobol. Ciri-ciri pelaku sama, yakni mengenakan helm dan jaket.
Komang Yudi pun menjebak pelaku. Dia minta Komang Triasa untuk meminta Aziz datang ke ATM itu. Begitu Aziz datang hendak mengambil kartu ATM korban yang tertelan, ia langsung diringkus dan diserahkan ke Polsek Denpasar Barat.
"Dari pengakuannya, pelaku telah beraksi di sejumlah lokasi di wilayah Denpasar dan Kuta," kata Kapolsek Denpasar Barat Komisaris Pol. Dewa Made Adnyana.
Dari pengakuan Aziz, dia mengaku memasang stiker call center palsu itu. Jika ada kartu ATM yang tertelan, pemiliknya otomatis akan menghubungi nomor palsu itu. Setelah korban menyebutkan nomor PIN-nya, Aziz langsung mendatangi lokasi ATM.
Untuk mengambil kartu ATM yang tertelan, Aziz cukup menggunakan kunci T dan plastik yang telah dikemas sedemikian rupa. "Saya belajar dari teman. Modalnya hanya Rp50 ribu untuk mencetak stiker call center beberapa bunk nasional. Biasanya, lokasinya dipilih yang terpencil," dia mengaku.
Menurut Aziz, dari pengalamannya membobol ATM bunk-bunk nasional dengan modus ini, bro yang paling gampang dia kerjai.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Diduga, Aziz telah beraksi di sejumlah lokasi dengan nilai pembobolan cukup besar. Dia kini terancam hukuman penjara hingga 5 tahun.

