• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

AWAS ADA TUYUL!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hallo Agan & Sista. Awas ada tuyul! Untung uang ane tinggal empat ribu, diambil tuyul gak apa-apa deh


Spoiler for sisa-sisa kehidupan akhir bulan:

AWAS ADA TUYUL!





Di Platform sebelah lagi rame ngebahas Tuyul. Disinyalir karena Dirut tempat rekreasi yg (katanya) mirip tuyul minjem uang 1.2 T ke bunk DKI, dengan alasan untuk memberi makan hewan sea worlddan gaji karyawan.



Tapi ane gak mau ngebahas itu. Terlalu politik. Kalo mengatakan kutipan dari Film Soe Hok Gie, Politik Tai Kucing.

Ane mau ngebahas tuyul beneran, tetapi dari sisi sejarah.



Jadi gini ceritanya deg deg deg (Suara jantung ceritanya)

Kalo Babi Ngepet diceritakan lahir dari kemiskinan & kesengsaraan masyarakat akibat tekanan kolonialisme penjajah. Tidak berbeda dengan Tuyul

Tahun 1985, tanggal 24-25 Oktober, Balai Wartawan Semarang tiba-tiba ramai, dikarenakan seminar yg bertajuk Tuyul & Alam Halus.



Menurut analisa Ong Hok Ham, seorang Sejarahwan dari Universitas Indonesia bahwa Tuyul lahir dalam tradisi masyarakat agraris di Jawa, mengilustrasikan akibat kesenjangan sosial-ekonomi akibat akumulsai modal kekayaan yg dilakukan pedagang minoritas maupun pribumi. Sama seperti Babi Ngepet, Tuyul lahir dari rasa cemburu & antipati kepada orang kaya.



Kapitalisme di Tanah Jawa yg masuk setelah tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870, alih-alih menciptakan kehidupan orang kecil di tanah Jawa lebih baik, malah menciptakan mereka jauh semakin terperosok dalam kemiskinan. Sebab di lain pihak, pedagang punya lebih banyak kesempatan memperkaya diri, dengan kemampuan mereka yg menentukan naik-turunnya harga hasil bumi. Ada ketidakadilan dalam urusan praktik pungutan pajak antara petani Jawa dengan pedagang Tionghoa.


Spoiler for ilustrasi masa lalu:

AWAS ADA TUYUL!





Singkat cerita, orang Jawa sering kali menciptakan mitos di sekitar orang yg berhasil. Contohnya seperti kisah pengusaha pabrik gula, yg jadi bahan omongan pembantu-pembantunya saat itu. Mereka menyamakan dengan Kesatria Jawa yg memiliki masa muda yg ugal-ugalan tetapi berhasil jadi pengusaha berkat bantuan mahluk halus.



Konsep kemakmuran materiil dalam kalangan masyarakat petani, haruslah berwujud. Jika tidak, maka seseorang akan dituduh mencuri. Atau dapat dikatakan, proses pengumpulan materi haruslah terbuka, dapat dipahami, & bersifat umum, seperti halnya kombinasi antara kerja fisik, kebijaksanaan, ritual bersifat pragmatis, serta pelaksanaan kewajiban agama & komunitas.



Saat itu, perpindahan kekayaan yg berlimpah dalam waktu singkat, & dilakukan cuma oleh satu orang, adalah mustahil. Maka ketika pandangan dunia ekonomi para petani terusik, mereka menyalahkan kaum bermodal & menuduhnya sebagai pencuri yg bekerja sama dengan mahluk halus; Yakni Tuyul.


Spoiler for tuyul:

AWAS ADA TUYUL!





Percaya atau nggak. Tapi memang kita hidup di dunia ini gak sendiri ya. Ada mahluk lain selain manusia, seperti Jin. Tapi kadang, banyak hal kita yakini hari ini, adalah hasil cerita yg turun temurun di kabarkan dari telinga ke telinga.

Balik ke diri sendiri ya gan, sis. Tapi ada baiknya kita sikapi dengan bijak setiap kepercayaan yg sudah ada sejak zaman dulu. Segitu dulu aja gan dari ane ya.

emoticon-Toast
emoticon-Toast
emoticon-Ngakak
emoticon-Toast
emoticon-Toast





Hari ini 12:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.