Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Nilai tukar Rupiah diperkirakan mengalami penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Penguatan tersebut mengikuti penguatan nilai tukar Euro terhadap USD.
Namun di sisi lain, laju nilai tukar Yen mengalami pelemahan terhadap USD. Hal tersebut yang harus dicermati dan membuat nilai tukar Rupiah melemah.
"Apalagi laju Rupiah sempat melewati level psikologis Rp 12.300 sehingga membuat Rupiah kian murah. Di sisi lain, sebagian pelaku pasar juga memanfaatkan penguatan Euro untuk trading buy dan profit taking pada USD meski tidak terlalu signifikan karena masih diimbangi dengan sentimen rilis lebih rendahnya initial jobless claim AS dari perkiraan," ujar Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam riset hariannya, Senin (08/12).
Menurut dia, laju Rupiah berada di atas target level resisten Rp 12.305. Penguatan Rupiah tersebut bersifat terbatas dan memerlukan sentimen positif yang lebih kuat untuk mengangkat penguatan Rupiah terhadap USD.
"Potensi pelemahan masih ada namun, kami harapkan Rupiah mampu mempertahankan laju positifnya. Rp 12.310-12.290 (kurs tengah BI)," pungkas dia.