Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa yg tidak tahu dengan pemgemis, mereka diketahui sebagai peminta-minta di jalan, menjual rasa iba dari orang yg lewat. Walau terkadang mereka yg mengemis dapat saja hidupnya lebih kaya dari yg memberi, tetapi itulah kehidupan pengemis kini sudah jadi profesi.
Tidak ada yg dapat disalahkan, semua karena rasa iba melihat orang lain hidupnya terlunta dijalan hati tergerak untuk memberi. Begitu juga pengemis, mereka sudah tak mungkin mencari kerja layak ijazah tak ada, hidup pun sengaja menggelandang cara cepat cari uang kalau tidak menjual harga diri jadi pramu syahwat ya menjual belas kasih orang-orang yg lalu lalang.
Ada yg pengemis terpaksa & ada yg pengemis karena sudah jadi profesi, maka banyak kita temui mereka yg pura-pura cacat, atau memang cacat beneran hampir tidak dapat dibedakan. Pakaian lusuh & compang camping, terkadang membawa anak kecil supaya rasa iba semakin membawa pundi-pundi rezeki bagi mereka.
Namun anda tahu ga sih, nama pengemis itu asalnya dari mana?
Kisah ini berawal dari Raja-Raja Mataram yg suka bersedekah hingga Kasunanan Surakarta, yg rajin bersedekah kepada mereka yg tidak sanggup setiap hari kamis.
Bentuk dermawannya para raja itu tercatat di surat kabar Bromartani, kebetulan saat itu pembagian uang koin dilakukan oleh Sunan Pakubuwono X di tahun 1895. Kebiasaan Sunan yg bersedekah di hari kamis itu menciptakan istilah baru bagi mereka yg menerima sedekah.
Bagi seorang raja atau pemimpin bila melihat rakyatnya sakit ia juga merasakan sakit, bila rakyatnya susah ia pun merasakan penderitaan rakyatnya. Maka sedekah adalah bentuk kepedulian sang Raja kepada rakyat yg ia pimpin, tanpa adanya rakyat pemimpin tentu tidak akan ada pengikutnya.
Kegiatan bersedekah itu di hari kamis itupun rutin dilakukan, & banyak rakyat yg tidak sanggup berbondong-bondong datang untuk mendapatkan berkah dari sang Sunan.
Maka mereka ini disebut "Wong Kemisan" alias wong ngemis & berjalannya waktu & berubahnya zaman kata-kata itu diserap dalam bahasa Indonesia dengan nama Pengemis.
Namun sekarang pengemis itu jadi urusan dinas sosial, dibawah naungan menteri sosial. Sayang karena banyak yg menjadikan pengemis itu profesi bukan karena terpaksa & tak ada kekuatan lain selain mengemis, banyak pengemis yg kabur ketika satpol PP datang karena pada dasarnya mereka banyak yg mendulang rezeki dari jadi pengemis hingga dapat mempunyai rumah, mobil & harta benda lainnya cuma dengan jadi pengemis.
Walaupun terkesan mengada-ngada tetapi ternyata hal itu fakta, maka tak heran mental-mental pengemis ini sebenarnya sudah menjamur hingga dikalangan mereka yg punya pangkat & jabatan.
Mau urusan beres!! Tawar menawar harga pas tancap gas.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik
Pic : google