• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Australia Panggil Dubesnya, Indonesia Tak Akan Membalas

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Twt4H.jpg
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan terlalu reaktif menanggapi protes Australia terkait eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menurut Retno, eksekusi mati adalah urusan hukum yang tidak dapat dipolitisasi.

Retno menuturkan, Pemerintah Indonesia juga tak akan mengikuti langkah Australia yang memanggil duta besarnya di Indonesia. Ia memastikan, Pemerintah Indonesia tidak akan terpengaruh dengan tekanan apa pun saat menerapkan eksekusi mati untuk terpidana kasus narkoba.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott telah memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Gibson, sebagai bentuk protes.

"Kami tak ingin membalasnya dengan memanggil dubes kami di sana," kata Retno, di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Ia melanjutkan, Indonesia menempatkan diri pada posisi tidak ingin ada gangguan hubungan bilateral dengan Australia karena eksekusi mati. Pasalnya, hubungan kedua negara selama ini berjalan cukup baik dan saling memberikan keuntungan.

Di lokasi yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menilai, protes yang dilakukan Australia sangat lumrah. Ia menyebut, Indonesia juga akan melakukan protes serupa jika ada warga negara Indonesia yang dieksekusi di luar negeri.

"Protes itu kan biasa. Akan tetapi, saya rasa ini tidak akan mengganggu hubungan diplomatik antarnegara," ucap Tedjo.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.