yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kapolsek Nglipar, AKP Agus Sunarto, mengatakan, uang palsu itu ditemukan oleh Atun, warga Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, pada Minggu 6 Oktober sore. Saat itu Atun berjalan kaki dan melihat dompet warna hitam tergeletak di pinggir jalan.
Setelah dibuka berisi uang pecahan Rp100 ribu berjumlah 20 lembar. Ibu rumah tangga itu lantas memberitahu tetangganya, Sutarjo, yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Curiga uang tersebut palsu, mereka melaporkan kepada polisi.
"Warga curiga karena bentuk uangnya berbeda dengan yang asli," terang Agus, Senin (7/10/2013).
Setelah mendapatkan laporan, petugas Kepolisian memeriksa saksi Atun dan Sutarjo. Dari keterangan saksi diketahui, seorang pria sempat berhenti di sekitar lokasi penemuan dan mengeluarkan uang.
"Tapi dia tidak tahu apakah dompetnya sengaja dibuang atau terjatuh," imbuhnya.
Menurutnya, tidak mudah untuk membedakan uang palsu tersebut jika dilihat dari jenis kertas dan nomer seri yang mirip dengan aslinya. Untuk menyelidiki kasus tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan bunk Indonesia.
"Kita akan berkoordinasi dengan bunk Indonesia untuk memastikannya," terangnya.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menyita 20 lembar uang palsu dengan pecahan Rp100 ribu, dompet berwarna hitam, dan sebuah kartu nama.
"Kami sudah menghubungi nomor telefon yag tertera di kartu nama yang beralamat di Boyolali, Jawa Tengah," imbuh Kanit Reskrim Polsek Nglipar, Aiptu Ngatimin.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Boyolali untuk menelusuri kartu nama di dompet tersebut.