roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Rabu, 5 November 2008 | 21:02 WIB
JAKARTA, RABU - Kontroversi UU Pornografi sejak berupa RUU membuat perenang nasional, Richard Sam Bera bingung. Apalagi tidak pernah ada yang bisa memberi penjelasan secara tuntas.
Menurut Richard, kontroversi yang meliputi UU ini sejak masih berupa Rancangan Undang-undang telah memnbuat bingung masyarakat awam. Menurutnya pihak yang pro dan kontra sama-sama kukuh dengan sikap masing-masing tanpa pernah memberi penjelasan kepada masyarakat. "Kita tidak tahu, mengapa ini dimunculkan dan apa implikasinya?"
"Kalau dipikir memang UU ini jauh sekali relevansinya dengan dunia olahraga. Namun ketidakjelasan itulah yang membuat sebagian kalangan olahraga khawatir," kata Richard, Selasa (4/11). Richard hanya berharap adanya UU Pornografi ini tidak akan mengimbas ke dunia olahraga. "Misalnya kemudian tayangan televisi untuk cabang olahraga di mana atletnya berpakaian terbuka tidak diperbolehkan," katanya.
Menurut Richard, tindakan-tindakan seperti itu akan sangat merugikan perkembangan dunia olahraga itu sendiri. Apalagi kalau sampai kemudian gerak si atlet dibatasi dengan banyak peraturan dan larangan. "Bagaimana kita bisa bersaing dengan atlet luar bila kita kemudian dibebani dengan banyak batasan dan larangan?"
Menurut penyumbang medali emas di beberapa SEA GAmes ini, bangsa ini memang memerlukan kearifan untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti ini. Sebaiknya, memang peraturan dibuat dengan mengakomodasi kepentingan semua pihak dan juga dilihat dengan konteks kepentingan dengan dunia luar.
"Sedangkan pemerintah Qatar yang lebih tradisional, bisa menjadi tuan rumah Asian Games karena tidak terlalu ketat dalam hal-hal seperti itu. Buktinya renang puteri dan voli pantai puteri kan masih dilangsungkan di Asian Games," kata Richard lagi."
Ia hanya berharap perkembangan ini tidak akan berdampak buruk buat perkembangan olahraga, khususnya di kalangan atlet puteri. "Asal tahu saja, perolehan medali emas renang di SEA Games, paling tidak lima puluh persen dihasilkan oleh atlet puteri," katanya.
Mudah-mudahan kekhawatiran ini tidak terwujud. Atau ada yang bisa memberi penjelasan kepada Richard?
JAKARTA, RABU - Kontroversi UU Pornografi sejak berupa RUU membuat perenang nasional, Richard Sam Bera bingung. Apalagi tidak pernah ada yang bisa memberi penjelasan secara tuntas.
Menurut Richard, kontroversi yang meliputi UU ini sejak masih berupa Rancangan Undang-undang telah memnbuat bingung masyarakat awam. Menurutnya pihak yang pro dan kontra sama-sama kukuh dengan sikap masing-masing tanpa pernah memberi penjelasan kepada masyarakat. "Kita tidak tahu, mengapa ini dimunculkan dan apa implikasinya?"
"Kalau dipikir memang UU ini jauh sekali relevansinya dengan dunia olahraga. Namun ketidakjelasan itulah yang membuat sebagian kalangan olahraga khawatir," kata Richard, Selasa (4/11). Richard hanya berharap adanya UU Pornografi ini tidak akan mengimbas ke dunia olahraga. "Misalnya kemudian tayangan televisi untuk cabang olahraga di mana atletnya berpakaian terbuka tidak diperbolehkan," katanya.
Menurut Richard, tindakan-tindakan seperti itu akan sangat merugikan perkembangan dunia olahraga itu sendiri. Apalagi kalau sampai kemudian gerak si atlet dibatasi dengan banyak peraturan dan larangan. "Bagaimana kita bisa bersaing dengan atlet luar bila kita kemudian dibebani dengan banyak batasan dan larangan?"
Menurut penyumbang medali emas di beberapa SEA GAmes ini, bangsa ini memang memerlukan kearifan untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti ini. Sebaiknya, memang peraturan dibuat dengan mengakomodasi kepentingan semua pihak dan juga dilihat dengan konteks kepentingan dengan dunia luar.
"Sedangkan pemerintah Qatar yang lebih tradisional, bisa menjadi tuan rumah Asian Games karena tidak terlalu ketat dalam hal-hal seperti itu. Buktinya renang puteri dan voli pantai puteri kan masih dilangsungkan di Asian Games," kata Richard lagi."
Ia hanya berharap perkembangan ini tidak akan berdampak buruk buat perkembangan olahraga, khususnya di kalangan atlet puteri. "Asal tahu saja, perolehan medali emas renang di SEA Games, paling tidak lima puluh persen dihasilkan oleh atlet puteri," katanya.
Mudah-mudahan kekhawatiran ini tidak terwujud. Atau ada yang bisa memberi penjelasan kepada Richard?