yophi
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 45381
- Sejak
- 5 Jun 2008
- Pesan
- 512
- Nilai reaksi
- 15
- Poin
- 18
JAKARTA - Seorang pengacara kerap menjadi sorotan publik ketika menangani kasus artis. Namanya menjadi lebih dikenal masyarakat. Tidak itu saja, tawaran untuk mendampingi juga semakin banyak. Benarkah?
Artis dan pengacara seperti sosok yang tidak bisa dipisahkan. Setiap kali seorang artis menghadapi masalah, yang maju bicara tak jarang adalah para pengacara. Makanya wajar saja jika banyak penonton televisi mulai akrab dengan nama-nama pengacara yang mendampingi para selebriti.
Sebut saja Teguh Sri Rahardjo atau pengacara Sandy Arifin dan Hery Soebagyo yang menangani kasus perseteruan antara Andika Manoarfa-Andien dengan Ratu Felisha. Nama Sandy dan Hery semakin meroket karena baru saja menangani kasus perceraian Pasha Ungu dengan Okie.
Hal yang sama dialami pengacara Ayu Azhari, Scarpiandi. Nama mereka semua semakin terkatrol karena mendampingi para selebriti.
Menurut Scarpiandi, sebagai seorang pengacara dirinya memang tidak pernah membedakan antara orang biasa atau artis. Dia hanya berusaha bersikap profesional dalam menjalani profesinya tersebut.
"Saya tidak pernah bedakan antara artis atau orang biasa. Saya pengacara umum. Siapa saja boleh pakai jasa saya. Kalau saya memilih dan menunggu kasus artis saja, maka enggak dapat duit saya," ungkap Scarpiandi.
Cuma, kuasa hukum Ayu Azhari ini tidak membantah ketika menangani artis dirinya memiliki pengaruh yang besar di masyarakat. Namanya menjadi lebih dikenal luas. "Tapi jangan salah. Nama kita dikenal luas itu juga ada efeknya. Apakah negatif atau positif," jelasnya.
Menurut Scarpiandi, namanya menjadi positif kalau kasus yang ditanganinya itu sesuai dengan kondisi artis. Artinya, saat pengaruh artis itu positif, maka namanya akan menjadi positif dan masyarakat akan meliriknya menjadi kuasa hukum. Demikian sebaliknya.
"Saya tidak akan menangani artis yang hanya membuat sensasi saja atau kasus yang tidak sesuai dengan hati nurani saya karena efek negatifnya pasti ada," katanya.
Sejauh ini, jumlah peningkatan kliennya mencapai 30 persen. Pada tahun 2008 saja, kliennya itu lebih di atas 100. Sehingga dia harus menangani lebih dari 100 perkara. Demikian dengan tahun sebelumnya. "Cuma untuk tahun ini masih belum kita hitung," katanya.
Demikian dengan Teguh Sri Raharjo. Pria yang menetap di Yogyakarta ini menjadi terkenal ketika menangani masalah perceraian Dhani dengan Maia. Kebetulan Teguh ditunjuk untuk menangani masalah hukum dari sisi agama Islam. Tidak berapa lama, banyak orang mengenalnya. Apalagi di daerah tempat dia tinggal. Masyarakat dapat cepat akrab dengannya. Jumlah pengacara di Yogyakarta memang tak begitu banyak. Hal ini membuat Teguh menjadi salah satu pengacara yang diminati banyak orang.
"Kalau terkenal sudah pasti. Banyak orang yang akhirnya mengenal saya. Tapi kalau jumlah klien menjadi lebih banyak, naiknya tidak signifikan. Biasa saja. Tapi tetap ada kenaikan," tegasnya.
Pria yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini menilai, keberadaan dirinya yang bermukim di daerah, membuat ia tidak terlalu merasakan pengaruh besar terhadap jumlah klien kendati dia menangani musisi besar. Sebab, akunya, masyarakat di daerah masih banyak yang belum membutuhkan jasa pengacara.
Artis dan pengacara seperti sosok yang tidak bisa dipisahkan. Setiap kali seorang artis menghadapi masalah, yang maju bicara tak jarang adalah para pengacara. Makanya wajar saja jika banyak penonton televisi mulai akrab dengan nama-nama pengacara yang mendampingi para selebriti.
Sebut saja Teguh Sri Rahardjo atau pengacara Sandy Arifin dan Hery Soebagyo yang menangani kasus perseteruan antara Andika Manoarfa-Andien dengan Ratu Felisha. Nama Sandy dan Hery semakin meroket karena baru saja menangani kasus perceraian Pasha Ungu dengan Okie.
Hal yang sama dialami pengacara Ayu Azhari, Scarpiandi. Nama mereka semua semakin terkatrol karena mendampingi para selebriti.
Menurut Scarpiandi, sebagai seorang pengacara dirinya memang tidak pernah membedakan antara orang biasa atau artis. Dia hanya berusaha bersikap profesional dalam menjalani profesinya tersebut.
"Saya tidak pernah bedakan antara artis atau orang biasa. Saya pengacara umum. Siapa saja boleh pakai jasa saya. Kalau saya memilih dan menunggu kasus artis saja, maka enggak dapat duit saya," ungkap Scarpiandi.
Cuma, kuasa hukum Ayu Azhari ini tidak membantah ketika menangani artis dirinya memiliki pengaruh yang besar di masyarakat. Namanya menjadi lebih dikenal luas. "Tapi jangan salah. Nama kita dikenal luas itu juga ada efeknya. Apakah negatif atau positif," jelasnya.
Menurut Scarpiandi, namanya menjadi positif kalau kasus yang ditanganinya itu sesuai dengan kondisi artis. Artinya, saat pengaruh artis itu positif, maka namanya akan menjadi positif dan masyarakat akan meliriknya menjadi kuasa hukum. Demikian sebaliknya.
"Saya tidak akan menangani artis yang hanya membuat sensasi saja atau kasus yang tidak sesuai dengan hati nurani saya karena efek negatifnya pasti ada," katanya.
Sejauh ini, jumlah peningkatan kliennya mencapai 30 persen. Pada tahun 2008 saja, kliennya itu lebih di atas 100. Sehingga dia harus menangani lebih dari 100 perkara. Demikian dengan tahun sebelumnya. "Cuma untuk tahun ini masih belum kita hitung," katanya.
Demikian dengan Teguh Sri Raharjo. Pria yang menetap di Yogyakarta ini menjadi terkenal ketika menangani masalah perceraian Dhani dengan Maia. Kebetulan Teguh ditunjuk untuk menangani masalah hukum dari sisi agama Islam. Tidak berapa lama, banyak orang mengenalnya. Apalagi di daerah tempat dia tinggal. Masyarakat dapat cepat akrab dengannya. Jumlah pengacara di Yogyakarta memang tak begitu banyak. Hal ini membuat Teguh menjadi salah satu pengacara yang diminati banyak orang.
"Kalau terkenal sudah pasti. Banyak orang yang akhirnya mengenal saya. Tapi kalau jumlah klien menjadi lebih banyak, naiknya tidak signifikan. Biasa saja. Tapi tetap ada kenaikan," tegasnya.
Pria yang menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini menilai, keberadaan dirinya yang bermukim di daerah, membuat ia tidak terlalu merasakan pengaruh besar terhadap jumlah klien kendati dia menangani musisi besar. Sebab, akunya, masyarakat di daerah masih banyak yang belum membutuhkan jasa pengacara.